Featured Post Today
Latest Post

Fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa....???

Fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa....???
Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa....???

Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia. 

Melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa.

SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M), dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa....???
Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa....???
Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. 

Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong.

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing

Pendapat National Turk
Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa....???
Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah berantah, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. 

Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya.
1 komentar

Sex bebas yang pernah ada di Indonesia....!!!

Sex bebas yang pernah ada di Indonesia....!!!
1. Children of God (COG)
Ajaran ini pernah marak di Bandung, Jakarta dan beberapa kota lainnya. Konon sampai sekarang masih aktif dan berpindah-pindah tempat ritual. 

Ajaran ini membolehkan seks bebas, sebagai bentuk kasih terhadap Tuhan. Salah satu ajaran sesat kelompok ini, Yesus diyakini sebagai hasil hubungan seks antara Allah dan Maria. 

Sekte ini dibentuk pada 1968 oleh David Berg di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. 

Bagi para pengikut sekte ini, Berg disebut-sebut sebagai nabi. Karena dilarang, nama sekte ini kerap berganti-ganti nama. Belakangan COG dikenal sebagai Family of Loves (Keluarga Kasih). 

Pada 1974, gerakan ini mulai bereksperimen dengan metode penginjilan yang disebut Menjala dengan Lirikan (Flirty Fishing). Metode penginjilan ini dilakukan dengan cara menggunakan seks untuk memperlihatkan kasih Allah dan memenangkan anggota baru dan mendapatkan dukungan.

2. Satria Piningit Weteng Buwono
Agus Imam Solihin mendirikan aliran Satrio Piningit Weteng Buwono pada tahun 2002. Agus mengajarkan kepada pengikutnya untuk meninggalkan sholat, puasa, menggugurkan rukun Islam, dan menjalankan hubungan seksual sesama pasangannya secara bersama-sama dalam satu ruangan. Agus sendiri juga mengaku sebagai Imam Mahdi.

Padepokan Agus di Perumnas III Bekasi Timur. Setelah diusir oleh warga, padepokan kemudian pindah ke Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah mengadakan rapat dengan Kejari, kepolisian, Kodim, Kesbanglinmas, Depag, dan beberapa instansi lain, Bakorpakem memutuskan ajaran Satrio Piningit Weteng Buwono menyimpang. 

Agus menyerahkan diri ke polisi pada tanggal 29 Januari 2009 setelah beberapa hari diburu polisi. Pada tanggal 30 Juli 2009 Agus Imam Solihin divonis penjara dua tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim PN Jaksel.

3. Aliran 'Surga Adn' di Cirebon
Pimpinan aliran sesat 'Surga Adn' bernama Ahmad Tantowi. Dia ditangkap bersama 8 pengikutnya oleh Reskrim Polda Jawa Barat karena menyebarkan ajaran sesat pada 2010 lalu. Di markas sekte ini, polisi mengamankan emas batangan palsu, senjata keris kuno, logistik tempat pemujaan, aksesoris ritual penyembahan, dan cairan yang diduga untuk pelumas melakukan hubungan intim.

Aliran sesat itu memang membahayakan generasi muda. Sebab ajaran aliran 'Surga Adn' salah satunya mengajarkan pensucian dosa bagi para gadis dengan cara disetubuhi. Dan beberapa kesaksian dari mantan pengikutnya menyebutkan bahwa salat lima waktu bisa digantikan dengan membangun rumah singgasana istana tempat tinggal mereka.

4. Aliran Hakekok di Banten
Kesesatan aliran ini diungkap 2009 lalu. Adalah Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrohim yang menyebut bila aliran Hakekok di Kabupaten Pandeglang, Banten merupakan aliran yang menyimpang dari ajaran Islam. 

Oleh karena itu MUI Banten mendesak Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) segera bertindak tegas. Sebab jika terlambat, dikhawatirkan akan lebih meresahkan masyarakat.

Aliran Hakekok di Pandeglang adalah variasi dari tasawuf dan ritual menyimpang. Tata cara ibadah mereka dilakukan di tempat gelap. Selain itu laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya diperbolehkan berhubungan badan.

5. Ajaran Ben titisan Syekh Malik di Majalengka
Ben yang aslinya berasal dari Jatiwangi mengaku sebagai titisan Syekh Malik. Kini Ben tinggal di Wanajaya, Kasokandel dan memiliki pengikut sekitar 20 orang yang merupakan warga sekitar. Sebagian warga memandang ajaran Ben sesat, karena tidak melaksanakan sholat.

Ajaran lain, Ben memperbolehkan anggotanya menikahi wanita yang telah memiliki suami, dan melakukan ritual yang dicurigai warga sebagai ritual sesat. MUI kecamatan Kasokandel, Camat, dan Kapolsek Kasokandel melakukan pengumpulan data penyelidikan terhadap kasus ini.










0 komentar

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Dalam sejarah Indonesia, Laksamana Sam Po Kong dikenal dengan nama Zheng He, Cheng Ho, Sam Po Toa Lang, Sam Po Thay Jien, Sam Po Thay Kam, dan lain-lain. 

Laksamana Sam Po Kong berasal dari bangsa Hui, salah satu bangsa minoritas Tionghoa. Laksamana Cheng Ho adalah sosok bahariawan muslim Tionghoa yang tangguh dan berjasa besar terhadap pembauran, penyebaran, serta perkembangan Islam di Nusantara. 

Cheng Ho (1371 – 1435) adalah pria muslim keturunan Tionghoa, berasal dari propinsi Yunnan di Asia Barat Daya. Ia lahir dari keluarga muslim taat dan telah menjalankan ibadah haji yang dikenal dengan haji Ma.

Konon, pada usia sekitar 10 tahun Cheng Ho ditangkap oleh tentara Ming di Yunnan. Pangeran dari Yen, Chung Ti, tertarik melihat Cheng Ho kecil yang pintar, tampan, dan taat beribadah. Kemudian ia dijadikan anak asuh. Cheng Ho tumbuh menjadi pemuda pemberani dan brilian. Di kemudian hari ia memegang posisi penting sebagai Admiral Utama dalam angkatan perang.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Pada saat kaisar Cheung Tsu berkuasa, Cheng Ho diangkat menjadi admiral utama armada laut untuk memimpin ekspedisi pertama ke laut selatan pada tahun 1406. 

Sebagai admiral, Cheng Ho telah tujuh kali melakukan ekspedisi ke Asia Barat Daya dan Asia Tenggara. 

Selama 28 tahun (1405 – 1433 M) Cheng Ho telah melakukan pelayaran muhibah ke berbagai penjuru dunia dengan memimpin kurang lebih 208 kapal berukuran besar, menengah, dan kecil yang disertai dengan kurang lebih 27.800 awak kapal. 

Misi muhibah pelayaran yang dilaksanakan oleh Laksamana Cheng Ho bukan untuk melaksanakan ekspansi, melainkan melaksanakan misi perdagangan, diplomatik, perdamaian, dan persahabatan. Ini merupakan pelayaran yang menakjubkan, berbeda dengan pengembaraan yang dilakukan oleh pelaut Barat seperti Cristopherus Colombus, Vasco da Gamma, atau pun Magelhaen.

Sebagai bahariawan besar sepanjang sejarah pelayaran dunia, kurang lebih selama 28 tahun telah tercipta 24 peta navigasi yang berisi peta mengenai geografi lautan. Selain itu, Cheng Ho sebagai muslim Tiong Hoa, berperan penting dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara dan kawasan Asia Tenggara.

Pada perjalanan pelayaran muhibah ke-7, Cheng Ho telah berhasil menjalankan misi kaisar Ming Ta’i-Teu (berkuasa tahun 1368 – 1398), yaitu misi melaksanakan ibadah haji bagi keluarga istana Ming pada tahun 1432 – 1433. Misi ibadah haji ini sengaja dirahasiakan karena pada saat itu, bagi keluarga istana Ming menjalankan ibadah haji secara terbuka sama halnya dengan membuka selubung latar belakang kesukuan dan agama.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Untuk mengesankan bahwa pelayaran haji ini tidak ada hubungannya dengan keluarga istana, sengaja diutus Hung Pao sebagai pimpinan rombongan. 

Rombongan haji itu tidak diikuti oleh semua armada dalam rombongan ekspedisi ke-7. Rombongan haji ini berangkat dari Calleut (kuli, kota kuno) di India menuju Mekkah (Tien Fang).

Demikianlah misi perjuangan dan misi rahasia menunaikan ibadah haji yang dijalankan Cheng Ho, dan misi tersebut berhasil. Akan tetapi Cheng Ho merasa sedih karena tidak bisa bebas berlayar menuju tanah leluhurnya, Mekkah, untuk beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebelumnya, pada ekspedisi ke-5, armada Cheng Ho telah berhasil mencapai pantai timur Afrika dalam waktu tiga tahun. Dalam kesempatan tersebut, armada Cheng Ho berkunjung ke kerajaan di Semenanjung Arabiah dan menunaikan panggilan Allah ke Mekkah.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Sejarah tentang perjalanan muhibah Cheng Ho, hingga saat ini masih tetap diminati oleh berbagai kalangan, baik kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya, maupun masyarakat keturunan Tionghoa. 

Cheng Ho telah menjadi duta pembauran negeri Tiongkok untuk Indonesia yang diutus oleh kaisar Dinasti Ming pada tahun Yong Le ke-3 (1405). 

Dalam tujuh kali perjalanan muhibahnya ke Indonesia, Laksamana Cheng Ho berkunjung ke Sumatera dan Pulau Jawa sebanyak enam kali.

Kunjungan pertama adalah ke Jawa, Samudera Pasai, Lamrbi (Aceh Raya), dan Palembang. Sebagian besar daerah yang pernah dikunjungi Cheng Ho menjadi pusat dagang dan dakwah, diantaranya Palembang, Aceh, Batak, Pulau Gresik, Semarang (di sekitar Gedong Batu), Surabaya, Mojokerto, Sunda Kelapa, Ancol, dan lain-lain. Gerakan dakwah pada masa itu telah mendorong kemajuan usaha perdagangan dan perekonomian di Indonesia.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Dalam perjalanan muhibahnya, setiap kali singgah di suatu daerah ia banyak menciptakan pembauran melalui bidang perdagangan, pertanian, dan peternakan.Misi muhibah yang dilakukan Cheng Ho memberikan manfaat yang besar bagi negeri yang dikunjunginya

Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. 

Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.

Dalam Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming) tak terdapat banyak keterangan yang menyinggung tentang asal-usul Cheng Ho. Cuma disebutkan bahwa dia berasal dari Provinsi Yunnan, dikenal sebagai kasim (abdi) San Bao. Nama itu dalam dialek Fujian biasa diucapkan San Po, Sam Poo, atau Sam Po. Sumber lain menyebutkan, Ma He (nama kecil Cheng Ho) yang lahir tahun Hong Wu ke-4 (1371 M) merupakan anak ke-2 pasangan Ma Hazhi dan Wen.

Saat Ma He berumur 12 tahun, Yunnan yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Tak terkecuali Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing).

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Di depan Zhu Di, kasim San Bao berhasil menunjukkan kehebatan dan keberaniannya. Misalnya saat memimpin anak buahnya dalam serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). 

Abdi yang berpostur tinggi besar dan bermuka lebar ini tampak begitu gagah melibas lawan-lawannya. Akhirnya Zhu Di berhasil merebut tahta kaisar.

Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). 

Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. 

Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah.

Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah).

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435).

Kapal yang ditumpangi Cheng Ho disebut 'kapal pusaka' merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. 

Panjangnya mencapai 44,4 zhang (138 m) dan lebar 18 zhang (56 m). Lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut sejarawan, JV Mills kapasitas kapal tersebut 2500 ton.

Model kapal itu menjadi inspirasi petualang Spanyol dan Portugal serta pelayaran modern di masa kini. Desainnya bagus, tahan terhadap serangan badai, serta dilengkapi teknologi yang saat itu tergolong canggih seperti kompas magnetik.

Cheng Ho melakukan ekspedisi ke berbagai daerah di Asia dan Afrika, antara lain:

Vietnam
Taiwan
Malaka / bagian dari Malaysia
Sumatra / bagian dari Indonesia
Jawa / bagian dari Indonesia
Sri Lanka
India bagian Selatan
Persia
Teluk Persia
Arab
Laut Merah, ke utara hingga Mesir
Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik

Karena beragama Islam, para temannya mengetahui bahwa Cheng Ho sangat ingin melakukan Haji ke Mekkah seperti yang telah dilakukan oleh almarhum ayahnya, tetapi para arkeolog dan para ahli sejarah belum mempunyai bukti kuat mengenai hal ini. Cheng Ho melakukan ekspedisi paling sedikit tujuh kali dengan menggunakan kapal armadanya.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Armada ini terdiri dari 27.000 anak buah kapal dan 307 (armada) kapal laut. Terdiri dari kapal besar dan kecil, dari kapal bertiang layar tiga hingga bertiang layar sembilan buah. 

Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 feet atau 120 meter dan lebar 160 feet atau 50 meter. Rangka layar kapal terdiri dari bambu Tiongkok. 

Selama berlayar mereka membawa perbekalan yang beragam termasuk binatang seperti sapi, ayam dan kambing yang kemudian dapat disembelih untuk para anak buah kapal selama di perjalanan. Selain itu, juga membawa begitu banyak bambu Tiongkok sebagai suku cadang rangka tiang kapal berikut juga tidak ketinggalan membawa kain Sutera untuk dijual.

Dalam ekspedisi ini, Cheng Ho membawa balik berbagai penghargaan dan utusan lebih dari 30 kerajaan - termasuk Raja Alagonakkara dari Sri Lanka, yang datang ke Tiongkok untuk meminta maaf kepada kaisar Tiongkok. 

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Pada saat pulang Cheng Ho membawa banyak barang-barang berharga diantaranya kulit dan getah pohon Kemenyan, batu permata (ruby, emerald dan lain-lain) bahkan beberapa orang Afrika, India dan Arab sebagai bukti perjalanannya. 

Selain itu juga membawa pulang beberapa binatang asli Afrika termasuk sepasang jerapah sebagai hadiah dari salah satu Raja Afrika, tetapi sayangnya satu jerapah mati dalam perjalanan pulang.

Majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai nomor 14 orang terpenting dalam milenium terakhir. Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Cheng Ho adalah penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini. 

Selain itu beliau adalah pemimpin yang arif dan bijaksana, mengingat dengan armada yang begitu banyaknya beliau dan para anak buahnya tidak pernah menjajah negara atau wilayah dimanapun tempat para armadanya merapat.

Semasa di India termasuk ke Kalkuta, para anak buah juga membawa seni beladiri lokal yang bernama Kallary Payatt yang mana setelah dikembangkan di negeri Tiongkok menjadi seni beladiri Kungfu.

Sebagai orang Hui (etnis di Cina yang identik dengan Muslim) Cheng Ho sudah memeluk agama Islam sejak lahir. Kakeknya seorang haji. Ayahnya, Ma Hazhi, juga sudah menunaikan rukun Islam kelima itu. Menurut Hembing Wijayakusuma, nama hazhi dalam bahasa Mandarin memang mengacu pada kata 'haji'.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Bulan Ramadhan adalah masa yang sangat ditunggu-tunggu Cheng Ho. Pada tanggal 7 Desember 1411 sesudah pelayarannya yang ke-3, pejabat di istana Beijing ini menyempatkan mudik ke kampungnya, Kunyang, untuk berziarah ke makam sang ayah. 

Ketika Ramadhan tiba, Cheng Ho memilih berpuasa di kampungnya yang senantiasa semarak. Dia tenggelam dalam kegiatan keagamaan sampai Idul Fitri tiba.

Setiap kali berlayar, banyak awak kapal beragama Islam yang turut serta. Sebelum melaut, mereka melaksanakan shalat jamaah. Beberapa tokoh Muslim yang pernah ikut adalah Ma Huan, Guo Chongli, Fei Xin, Hassan, Sha'ban, dan Pu Heri. "Kapal-kapalnya diisi dengan prajurit yang kebanyakan terdiri atas orang Islam," tulis HAMKA.

Ma Huan dan Guo Chongli yang fasih berbahasa Arab dan Persia, bertugas sebagai penerjemah. Sedangkan Hassan yang juga pimpinan Masjid Tang Shi di Xian (Provinsi Shan Xi), berperan mempererat hubungan diplomasi Tiongkok dengan negeri-negeri Islam. 

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Hassan juga bertugas memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan dalam rombongan ekspedisi, misalnya dalam melaksanakan penguburan jenazah di laut atau memimpin shalat hajat ketika armadanya diserang badai.

Kemakmuran masjid juga tak pernah dilupakan Cheng Ho. Tahun 1413 dia merenovasi Masjid Qinging (timur laut Kabupaten Xian). Tahun 1430 memugar Masjid San San di Nanjing yang rusak karena terbakar. Pemugaran masjid mendapat bantuan langsung dari kaisar.

Beberapa sejarawan meyakini bahwa petualang sejati ini sudah menunaikan ibadah haji. Memang tak ada catatan sejarah yang membuktikan itu, tapi pelaksanaan haji kemungkinan dilakukan saat ekspedisi terakhir (1431-1433). Saat itu rombongannya memang singgah di Jeddah.

Selama hidupnya Cheng Ho memang sering mengutarakan hasrat untuk pergi haji sebagaimana kakek dan ayahnya. Obsesi ini bahkan terbawa sampai menjelang ajalnya. Sampai-sampai ia mengutus Ma Huan pergi ke Mekah agar melukiskan Ka'bah untuknya. Muslim pemberani ini meninggal pada tahun 1433 di Calicut (India), dalam pelayaran terakhirnya.

Mengenal Laksamana Cheng Ho....!!!
Cheng Ho dan Indonesia
Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa "Cakra Donya" kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.

Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.

Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana
0 komentar

Kamus Sansakerta - Indonesia T-Y (Tammat)

Kamus Sansakerta-Indonesia T-Y (Tammat)
Sambungan dari:
http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/2014/03/kamus-sansakerta-indonesia-n-s-3.html

T
taberi : rajin, hemat
tabon : rumah/kebun warisan orang tua yang telah meninggal
tabrak : tabrak
tabuh : 1 jam; 2 tabuh, pemukul; ditabuh : dipukul
tabur : tabur, tebar
tadha h : makan; tadhah eluh : tempat mengadu; tadhah kringet : baju dalam, tadah keringat; 
tadhah sih: tempat kasih sayang; tadhah udan : sawah yang tergantung air hujan; tadhah arsa : 
burung kedasih
tagyana : tunangan, kekasih
taha : kira, sangka, barangkali
tahan : tahan
tahen : 1 batang, pohon; 2 derita
taju : mahkota
tajug : tajuk, bentuk rumah adat
taker : takar, ukur
takir, takir ponthang : limas dari daun pisang
taksaka : ular
taksih : masih
takura : kiri
tal : pohon lontar, rontal 
393
tala : rumah lebah
talad : tidak tergesa- gesa
talaga : telaga
talang : talang, jalan air
taleran : jalannya cerita, alur
tales : talas, umbi
tali : tali; tali goci : cara mengikat layang - layang; tali mati: simpul mati; tali wangsul : tali yang 
bisa dibuka dengan mudah
talika : mata- mata, pengintai
talinga, talingan : telinga
talok : pohon talok
talu : tiga, jenis gending
talub : balut (mata)
taluh : sudah biasa, bosan, jemu
talun : ladang, huma
tama : utama, baik
tamah : keinginan rakus, tamak, serakah
taman : taman, kebun; taman  keputrèn : taman keputrian; taman sari: taman sari
tamara : gamelan, bunyi - bunyian
tamat : tamat, selesai
tamba : obat, jamu; nambani: mengobati
tambah : tambah
tambak : tambak; tambak baya : pencegah bahaya
tambal : tambal; tambal sulam : menambal di san a sini, memperbaiki kesalahan- kesalahan kecil  
394
tambana : bendera, panah
tambang : 1 tambang; 2 tali tambang; tambang parantian: tempat kediaman, asal
tambar : tawar, hilang kekuatan, hilang kesaktian
tambara : bendera
tambas : jalir, tiris
tambat : tambat,  ikat
també : sedang, jadi
tambeh : tambah, bertambah
tambel : tombok; tambel butuh, tambel sepi : mencukupi kebutuhan
tambeman : penyangga, penopang
tambeng : keras kepala, tak mau dinasihati
tambet : tidak kenal, tidak peduli
tambi : akar yang tumbuh pada batang sebagai penyangga pohon
tambilutan : nama tumbuhan
tambing : sisih, tepi
tambir : 1 nama wuku yang ke- 19; 2 alat dapur
tambra : ikan tambra
tambuh : tidak kenal, tidak tahu
tambung : samar, kabur, tidak kenal
tambur : sejenis genderang
tamèng : tameng, pelindung senjata; tamèng mata : pelupuk (kelopak mata)
tami : utama, baik
tamih : dupa, perdupaan 
395
tamina : melihat
tamisra : gelap
tamolah : tak bergerak
tampa : tanpa, tidak dengan
tampah : wadah dari bambu
tampak : kelihatan
tampan : bagus, ganteng
tampang : wajah, muka
tampar : tali, tampar
tamper : tampar
tamping : pinggir, tepi, batas daerah
tampir : niru
tampuh : menempuh; tampuh awang : nahkoda
tamtama : tamtama, tentara
tamtu : tentu, pasti
tamu : tamu
tamyang : perisai
tan : tidak; tan antara  : tidak antara
tanah : tanah; tanah manca : luar negeri; tanah sabrang : luar negeri; tanah wutah rah : tanah 
tumpah darah
tanak : matang sekali
tanana : tak ada
tanaya : anak, putra
tanbara : duda  
396
tanbuh : tidak tahu/mengerti
tanceb : tancep; tanceb kayo n : selesai pertunjukan
tandang : bergerak, bekerja; tandang gawe : bekerja, mengerjakan; tandang tanduk : tingkah laku
tandha : tanda; tandha mata : tanda mata, kenang- kenangan; tandha tangan : tanda tangan
tandhak : penari, waranggana tayub
tandhan : tan dan, ukuran untuk pisang
tandhana : bendera
tandhes : tandas
tandhing : 1 tanding, bertarung; 2 imbang
tandhu : tanda
tandra, tandya : lalu, segera
tanduk : 1 tambah lagi; 2 kalimat aktif
tandur : tanam
tanek : tanam; tanem tuwuh : tanaman, tumbuhan
tang :  tang, kunci
tangan : tangan
tangara : tanda, lambang
tangèh : mustahil, tak mungkin
tangga : tangga, tetangga; tangga désa : tangga desa, desa sebelah; tangga teparo : tetangga kanan 
kiri
tanggah : palang, tahan, cegah
tanggal : tanggal; tanggalan : tangg alan, kalender; alisé nanggal sepisan: alisnya seperti bulan 
tanggal satu 
397
tanggap : tanggap, pasif; tanggap sabda : wawancara, rembugan; tanggap tanduk: pasif - aktif; 
tanggap wacana : pidato penyambutan; tanggap wacucal: pementasan wayang kulit; tanggap 
warsa : ulang tahun
tanggel : sedang, tanggung, canggung; tanggel jawab : tanggung jawab
tanggi : tetangga
tanggor : tetap, tabrak
tangguh : tangguh, hebat
tanggul : tanggul, bendung; tanggul angin : pelindung
tanggulang : kayu palang pada bendungan, penopang, penyangga
tanggulun : nama buah
tanggun : agak baik, cukupan, sedang
tanggung : tanggung; tanggung jawab : tanggung jawab
tanggwa : kukuh, kuat
tanghulun : hamba, sahaya
tangi : bangun, bangkit
tangkar : berkembang
tangké : tangkai, gagang
tangkèk : pembesar, kepala biara
tangkep : tangkap
tangkil : hadap
tangkuwèh : sejenis manisan
tangled : tanya
tangsel : sebangsa baji
tangsu : bulan; sitangsu : bulan 
398
tangsul : tali
tangun : agak baik juga, cukupan
tani : tani
tanja : 1 mantap, puas; batang kayu runcin g untuk menanam kedelai
tanjak : tanjak, naik
tanjidhur : tanjidor, bedug besar
tanpa : tanpa
tansah : selalu, senantiasa; tansaya : semakin
tantang : tantang
tantara : tentara, prajurit
tantas : tuntas
tantra : ajaran tentang yoga dan seks
tantya : amat, sangat, sekali
tanu : makhluk halus
tanya : tanya
tapa : bertapa, bersemedi
tapak : bekas, kesan, jejak; tapak asta: tanda tangan; tapak dara: bunga tapak dara; tapak liman : 
tanaman tapak kuda; tapak tangan : tanda tangan
tapas : bengkong, kulit pembalut pokok tangkai daun nyiur
tapel : bedak perut; tapel wates: tapal batas, perbatasan
tapih : jarik, kain
tapir : tapir, tenuk
taplak : taplak
tara : antara; tara mangsa : musim pancaroba  
399
tarab : datang bulan, melihat bulan
taragnyana : tenung, pelet
tarak : berpuasa; tarak brata : bersemedi, bertapa
tarambuja : semangka
tarangan : tempat bertelur (ayam), sarang
taranggana : bintang, rasi bintang
taranjana : tenung, pelet
tarantara : antara
tarbuka : terbuka
tari : tari
tarima : terima
taring : taring
tarkadha ng : kadang - kadang
tarmolah : tak bergerak
taros : tanya, bertanya
tarpa : terpa
tarpana : terpana, heran
tarsandha : tanda, alamat
taru : daun; tarulata : daun - daunan; tarwa : pepohonan
tarub : teratak, deklit, tenda
taruk, tarok : ditaruh, diletakkan
tar um : tarum
taruna : taruna, muda (laki - laki); taruni: muda, taruna (perempuan)  
400
tarung : tarung, berkelahi
tarwéla : nampak nyata, jelas sekali
tasih : masih, misih
tasik : samudra, laut
taskara : pencuri, penyamun
tata : tata; tata basa : tata bahasa; tata cara : tata cara; tata krama : tata krama; tata lair: etika 
lahiriah; tata prenah: menurut alur persaudaraan; tata tentrem : tentrem, teratur; tata - titi : teratur
tatab : tatap, tabrak; tataban : tatapan, tabrakan
tatag : tegar, teguh hati
tatah : tatah, pahat
tatal : tatal, serpihan kayu
tatanan : tatanan, aturan
tataran : tingkatan, tahapan
tatarpa : tanpa, tidak dengan
tatkala : ketika, tatkala, sewaktu
tatrap : tepat, kena benar, sesuai benar
tatu : luka
tatur : dipangku sedemikian rupa agar buang air  (bayi)
tatwa : keadaan yang sesungguhnya
tatya : nyata, kenyataan
taun : tahun; taun raja: tahun raja, hari besar kelahiran raja; taun wastu : tahun biasa (354 hari); 
taun wuntu : tahun kabisat (355 hari)
tawa : tawar, menawarkan
tawan : tawan, tahan 
401
tawang : angkasa, langit
tawar : tawar, tak berasa; tawaren: bengkak kakinya
tawas : 1 tawas, obat jentik- jentik; 2 upah lelah
tawing : dinding papan di tepi perahu
tawon : tawon, lebah; tawon gumana : lebah berdengung; tawon gung : tawon besar, tawon raja
tawu   : menguras air
tawung : tutup dinding papan (di tepi perahu)
tawur : berkelahi, bertengkar
taya : 1 hilang, kosong; 2 tari
tayub : tayub, seni tradisional
tayuh : mencari firasat lewat mimpi
tayum : lapuk, layu
teba : tanah lapang, lapangan
tebah : pukul, tinju, tendang; tebah jaja: pukul dada, menantang; tebah tembung : pukul rata, 
hantam kromo
tebak : pukul, tinju
tebal : tebal
tebas : tebas, borong
tebek : tangkap
tebela : keranda, peti mati
tebeng : tebing jendela, tebeng
teberi : rajin, hemat, sederha na
tebus : tebus; tebus weteng : selamatan untuk hamil tujuh (7) bulan
tedah : tunjuk, pedoman 
402
tedha : makan
tedhak : turun; tedhak loji : datang ke loji; tedhak siti : kenduri/ selamatan ketika anak mulai 
turun tanah; tedhak sungging: berfoto
tedhan : makanan
tedhas : mempan
tedhasih : burung kedasih
tèdhèng : sekat, halang, tirai
tèdhès : habis sama sekali, tandas
tedhi : makan
tegal : tegal, ladang
tegar : tegar, tanpa beban, bebas
tegayuh : berubah - ubah, berganti - ganti
tegel : tega, sampai hati
tegen : kokoh, kukuh, kuat
tegeng : teguh, kukuh
tegep : tegap, kokoh
teger : kukuh, tak berubah - ubah
tegerak : tandus, tanah mati
tegerang : kayu untuk memberi warna kuning pada kain batik
tegerat : nama bunga
teges : makna, arti
tegil : tegal, ladang
teguh - timbul : kebal, sakti
tegyan : tega, sampai hati 
403
téja : pelangi, cahaya, sinar; téja bathang : pelangi tanda duka cita; téjamaya : nama kahyangan 
Batara Guru
tèji : teji (kuda)
teka : datang, tiba
tekan : tekan, desak
tékang : sang, si
tekap : sampai, hingga, o leh karena
teken : teken, tongkat
tèken : teken, tanda tangan
tekèng : sampai di
téko : teko, porong, poci
teksaka : ular
teksih : masih
tekuk : tekuk, lekuk; tikel tekuk : berlipat ganda
tekwan : tanya
tela : terang, jelas
telag : kehabisan, tidak musimnya
telaga : telaga
telah : nama, sebut
telak : kerongkongan
telar : lapangan, tanah lapang
telas : habis
telat : telat, tertinggal
telenan : landasan 
404
telih : tembolok (pada unggas)
telik : sandi, lambang, rahasia; telik sandi : mata - mata, intelijen
telu : t iga; majutelu: segitiga; telon : bertiga; telu belah : menjadi tiga bagian; telu juru : 
berkeping tiga; telung puluh : tiga puluh
teluh : tenung, penyakit; teluh braja: bintang beralih; teluh tragnyana : tenung, penyakit
teluk : 1 teluk; 2 takluk, tunduk
temaha : akibatnya, sehingga, akhirnya
temangga : enak menjadi tetangga
temangsang : tersangkut
temantèn : penganten
tembaga : tembaga; tembagan : tempat membuat tembaga
tembako : tembakau
tembalo : pohon trembalo
tembang : tembang, lagu;
tembaruk : berhak, berkat
tembaya : kumpul; patembayan : perkumpulan
tembayat : janji, kumpul; patembayatan : perkumpulan, organisasi
témbok : tembok
tembon : perahu kecil
témbong : belang hitam pada kulit muka, dsb
témbor : dulang, talam
témbré : tidak berharap, hina, reme h
tembung : kata
temeka, temekan : tiba, sampai 
405
temen : sungguh, benar
temenggung : tumenggung, pangkat kebangsawanan
tempaling : sungsang balik, baling - baling
tempaos : nama pohon untuk ramuan rokok
témpé : tempe, jenis lauk pauk
tempélang : cara membungk us nasi dengan daun pisang
témpong : pangkal paha (kuda, dsb)
tempuh : tempuh
tempuk : temu, jumpa, menjadi satu
temtu : tentu, pasti
temu : temu, jumpa; temu gelang : lingkaran yang tidak putus; temu lawak : tumbuhan temu 
lawak, jenis tanaman obat; temu rosé : bertemu pada ruas- ruasnya
tèn : lubang jala
tenaga : tenaga, energi
tenan : sungguh, benar
tenang : tenang, santai
tenapi : tetapi, akan tetapi, namun
tenaya : anak, putra
tengah : tengah; tengah wengi: tengah malam
tengan : kanan
tengangé : tengah h ari
tengara : tanda, lambang, perlambang
tengen : kanan
tenger : tanda, prasasti, nama  
406
tengga : tunggu
tenggak : 1 leher; 2 telan langsung
tenggar : lapang, luas
tenggarèng : terang cuaca
tenggenah : jelas, terang, kepala, tengah - tengah pertahanan
tenggèrè ng : terang cuaca
tengger : bukit, tanah tinggi
tengginas : trampil, cekatan
tengging : ujungnya mencuat ke atas
tenggirang : senang hatinya
tenggok : leher atas, tengkuk
ténggor : memindahkan padi dari persemaian ke sawah
tenggulang : bendung, cegah
tenggun : agak baik juga, cukupan, sedang
tengran : tanda, lambang, nama
tengu : tengu, jenis kutu; satengu : kecil sekali
teni : pakaian dinas
ténja : tinja, tahi, cirit
ténong : wadah makanan dari bambu
tenta, ketenta : terjebak, terpaksa tanpa kesadaran
tèn - atèn : bagian bambu sebelah dalam (tanpa kulit)
tentrem : tentram, tenang
tenun : tenun 
407
tenung : tenung, santet
tepa : tepa, ukur; tepa selira : mengukur diri, tenggang rasa
tepak : mapan, cocok
tépak : sisa, bekas, telapak
tépang : sepak, tendang
tepas :  serambi rumah, sengkuap; tepas wangi : tempat tidur
tépas : 1 tepas, kipas; 2 balai
tepet : bekas, sisa; tepet loka: alam baka, alam kekal; tepet suci: hari akhir, akhirat
tepi : tepi, pinggir
tepis : tepi; tepis iring, tepis liring : perbatasan, tapal batas
téplok : teplok, lampu
tepung : kenal, tahu; tepung becik: bersahabat baik; tepung gelang : melingkar, berkeliling; 
tepung kebo : hanya tahu saja; tepung pager: tetangga sebelah rumah yang bersatu pagar; tepung 
rukun : bersatu; tepung wates : perbatasan, tapal batas
terah : darah, turun, turunan
terang : terang, jelas
teras : terus
terbang : 1 terbang; 2 rebana; terbangan : bermain rebana
terbil : kayu penyangga
terbis : jurang, curam
terbuka : terbuka
teres : 1 takut, ngeri; 2 diteresi : dikelupas kulit nya (pohon)
terganca : selisih, bersalah, berbeda
terkadang : kadang - kadang 
408
tersandha : berdasarkan pada
tertamtu : tentu, pasti
teruna : pemuda; teruni : pemudi
terwaca, terwéla : terang, jelas
terwèlu : kelinci
tesih : masih
tetah : tutuh
teteg : kokoh, kuat, kukuh
tètèg : merontokkan
tètèh : fasih, bicara lancar
tètèk : puting susu
tetel : tekan, desak
tétéla : terang, jelas
tetep : tetap
teter : sikat, sisir, penggaruk
tètèr : ujian
tetes : tetas
tètès : tetes
tiba : jatuh
tibra : susah, sedih, marah
ti dha- tidha : ragu - ragu, bimbang
tidhem : sunyi, sepi, diam
tiga : tiga; tigawaja : nama ikan; tigawarna : tiga warna  
409
tigan : 1 bertiga; 2 telur
tigas : pangkas, potong; tigas gagang : habis diketam lalu dijual (padi); tigas kawuryan : baru 
tampak, baru munc ul; tigas pancing : dipangkas miring sekali putus
tika : itu; tikang: yang itu
tikbra : susah, sedih; tiké : ini
tikel : lipat, banyak, ganda; tikel alis: berkerut kening; tikel balung : nama tumbuhan; tikel tekuk: 
berlipat ganda; tikel wosen: kejang- kejang pada jari tangan
tikep : dekap
tiki, tiking : ini, di sini
tiksa : tajam, senjata tajam; tiksna : tajam, cerdas, jeli; tikswa : tajam, cerdas, jeli
tikta : pahit, empedu
tiktak : sejenis meriam kecil
tiku : itu
tikung : tikung
tikus : tikus
tilak : bekas  jejak
tilam : tilam, kasur, tempat tidur; tilam rum : tempat tidur; tilam sari : tempat tidur
tilap : bujuk
tilar : tinggal
tilas : bekas, sisa
timang : timang, gesper
timba : timba, tali timba
timbal : panggil, perintah; ditimbali : diperintah, dipanggil; timbal balik : saling menerima dan 
memberi
timbang : timbang, imbang; timbang sih : pertimbangan  
410
timbel : timah
timbreng : redup, berawan
timbrung : menimbrung
timbun : timbun
timen : sangat, amat
timpal : timpal, setimpal
timpang : timpang
timpuh : timp uh, duduk bersila
timpung : timpang, pincang
timun : mentimun; timun wungkuk : timun bungkuk
timur : 1 muda, kecil; 2 timur
tindak : pergi, berangkat
tindhes : tindas, gilas
ting : lentera, jenis lentera
tinggal : tertinggal
tinggar : senapan yang berlaras kuningan
tinggeng : tetap, tidak berubah - ubah
tingi : kulit kayu untuk mencelup kain batik
tingkah : tingkah laku
tingkas : subur
tingkeb : selamatan kehamilan usia 7 bulan
tingkem : bakul kecil bertutup
tinimbang : daripada  
411
tinjo : tengok, jenguk
tintrim  : sepi, sunyi
tipak : bekas, sisa
tipar : ladang, tegal
tipu : tipu, bohong
tipung : ketipung
tira : tepi, pinggir
tirah : berlebih, sisa
tirem : tiram
tirep : redup, berawan
tirta : air; tirtamarta : air kehidupan; tirta prawita sari: air sari kehidupan;  tirta sinduretna : air 
mani, sperma; tirtayatra : berziarah ke pemandian suci; patirtan : pemandian
tiru : tiru, contoh
tisaya : sangat, amat, terlebih
tisma : tajam
tisna : cinta, kasih sayang
titah : makhluk, ciptaan
titèn : 1 ilmu titen; 2 teliti, inga t; 3 daun kacang kering
titi : teliti; titi mangsa : perhitungan musim; titi priksa : memeriksa, meneliti
titih : keras, padat (keris); titihan : kendaraan
titik : titik, tanda, ciri, noktah; titik iyik: jaman masih kecil; titik melik: barang bukti
titir : dipukul terus- menerus (kentongan)
titis : titis, tepat
tiwas : 1 mati; 2 terlanjur  
412
tiwikrama : marah
tiyang : orang
tiyasa : kuasa, pandai
tobat : taubat
toblok : keranjang
toblos : coblos, tusuk
tobong : tempat pembakaran; tobong gamping : tempat pembaka ran batu menjadi gamping
togari : malam
togog : nama wayang
tomara : tombak (belantam)
tomprangan : bertengkar, cek- cok
tonggari : malam hari
torana : pintu gerbang
tos : keras, berharga
tosan : besi; tosan aji: pusaka
totog : 1 tabrak, mentok; 2 ilmu toto g
totoh : taruh
totos : kepala, pemimpin
towang : selang, sela
toya : air; toyanta : awan, mendung
trabas : 1 terabas, terobos; 2 pemboros
tracak : telapak kaki binatang
trah, gotrah : keturunan; trahing kusuma : darah biru, bangsawan  
413
trajeg : pancang, tonggak, pagar
traju : neraca; traju mas : timbangan emas
trampil : terampil, cekatan
tranggana : bintang
trantan : berdiri pakai penyangga
trantang : bersinar
trap : terap, pasang; trap sirap : diatur serba baik, rapi;
trapsila : tata krama, susila
trapas : boros, lekas habis
tratag : panggung
traté : teratai
trawang : terawang, pandang, lihat
trebis : jurang, curam; jurang trebis : jurang yang curam
trembalo : pohon trembalo
trembayak : burung angsa
trembayun : sulung
trena : rumput
trengga : bintang
trengga lung : musang akar
trenggana : bintang
trengginas : terampil, cekatan
trenyuh : trenyah, kasihan
trep : trep, cocok, sesuai; trepsila : susila, sopan, tatakrama  
414
très : sulaman benang emas pada lengan baju
trèsèh : ramah - tamah, cakap
tresna : cinta, kasih, sayang
treteg : jembatan
trewélu : kekunci
tri : tiga; tribawana: tiga dunia; triguna : tiga kegunaan; trikaya : tiga kekayaan; trikona : segitiga, 
bersudut tiga; trilocana : bermata tiga; triloka: tiga dunia; trimurti : tiga dewa; trinétra : mata 
ketiga; trisula : senjata tombak bermata tiga
trima : terima; trima kasih : terima kasih
tris : cinta, kasih sayang
trisig : pagar anyaman bambu
trisik : pantai berpasir, berbatu - batu kecil
trisna : cinta, sayang
triwi : putih
triwikrama : marah besar
truka : memb uka tanah untuk tempat tinggal
trukah : dusun baru
truna : muda, remaja
truntum : nama batikan
trup : 1 permainan truff; 2 kelompok, regu
trus : terus, langsung
trustha : senang, suka, puas; trusthi : senang
truwaca : jelas, terang
truwéla : jelas, terang 
415
truwèlu : kelinci
tuba : racun
tuban : jeram, air terjun
tubar : akar yang mengembang ditanah
tubi : tuba
tubruk : tubruk, tabrak
tubug : bengkak kakinya, cacat
tubungen : telor, pelat
tudhuh : petunjuk, pedoman
tudhun : turun, ke bawah
tudhung : kudung, t utup kepala
tuding : 1 tuduh, dakwa; 2 jari telunjuk
tuduh : petunjuk, pedoman
tugar : 1 tugar; 2 mencangkok
tugel : patah, putus
tugi : bulu padi
tugu : tugu, monumen
tugur : jaga
tuha : tua
tuhu : sungguh, benar
tuhun : sebenarnya, semestinya
tujah : diterjang dengan kaki diinjak; tujah bumi : kaki bagian depan putih (kuda, dsb)
tuju : tuju, sengaja  
416
tuk : sumber, mata air
tukang : tukang
tukar : tukar, ganti; tukar cincin: upacara tukar cincin, peningset; tukar maru : nama ikan; tukar 
padu : bertengkar mulut
tukung : menjejak bahu (rambut)
tuladha : teladan, contoh
tulak : tolak; tulak balik : penangkal bahaya; tulak sawan : penangkal penyakit
tulalé : belalai
tulang : tulang
tular : tular, menular
tulèk : lalu, segera
tulèn : tulen, asli
tuli : tuli, tidak dapat mendengar
tulis : tulis
tulung : tolong
tulup : 1 alat berburu burung; 2 kerangkeng
tulus : tulus, ikhlas
tulya : kemudian, lalu
tuma : kutu
tumama : 1 mengenai, mempan; 2 puas
tuman : tergantung, ketagihan
tumang : bibir dapur
tumat : buah tomat
tumbak : tombak, jenis senjata  
417
tumbal : tumbal
tumbar : tumbar, jenis bumbu
tumbas : beli
tumbeng : kayu yang dipasang pada gamelan (gambang) agar lebih sempit lubangnya untuk 
mengatur nada
tumbruk : tubruk
tumbu : tumbu, wadah dari bambu
tumbuk : tumbuk
tumenggèng tawang : ujungnya mencuat ke atas (bulu mata)
tumenggung : tumenggung
tumok : tahu, melihat
tumon : menonton, melihat
tumpak : naik, numpang
tumpal : kapar, kekat
tumpang : tumpang, numpang; tumpang sari : tanaman berjenis - jenis; tumpang suh : 
bertumpangan, berserakan; tumpang tindih : tumpang tindih
tumpek : jatuh - tumpah
tumpeng : nasi untuk selamatan
tumper : puntung (kayu bakar)
tumpes : tumpas, gilas, musnah
tumplak : jatuh, tumpah
tumplek : tumpah, bertumpuk; tumplek bleg : tumpah - ruah
tumpu :   tumpu, alas, landasan
tumpuk : tumpuk;tumpuk timbun : bertimbun - timbun; tumpuk undhung : bertumpukan  
418
tumrah : berkembang, beranak
tumrap : terhadap, kepada
tumus : 1 terkuras, 2 tembus
tumut : ikut, turut
tuna : 1 tidak punya; 2 rugi; tuna dungkap : serin g keliru; tuna karya : menganggur; tuna kisma : 
petani yang tak punya tanah; tuna netra : buta; tuna susila : nakal, lacur
tunangan : tunangan, kekasih
tunas : tunas, taruk
tundha : tumpuk, tangga, ditunda
tundhes : tandas
tundhuk : takluk, menunduk
tundhun : setangkai
tundhung : usir
tung : ujung, puncak
tungan : ujung, puncak
tungga : remuk, terkemuka
tunggak : tunggak, pangkal, pokok
tunggal : tunggal, satu
tunggang : tunggang, naik
tunggara : tenggara (mata angin)
tunggil : tunggal, satu
tunggir : punggung gunung
tunggu : tunggu
tunggul : tunggul, yang tertinggi  
419
tungkak : pucuk telapak kaki, tumit
tungkas : pesan, amanat
tungkat : tongkat, setik
tungku : tungku
tungkul : tungkul, takluk
tungtum : berkumpul kembali
tungtun : tuntun
tuni : kurang, tidak punya, rugi
tunjang : tunjang, tabrak
tunjel : tonjok, tusuk
tunjem : tonjok, tusuk
tunjung : bunga tunjung, teratai, seroja
tuntas : tuntas, selesai
tuntum : berkumpul kembali, pulih
tuntun : tuntun, bimbing
tuntung : ujung, puncak
tuntut : tuntut, gugat
tunu : api, nyala
tup : tutup; entup : sengat
tupiksa : periksa, cek
tur : lagi pula, dan
turah : lebih, sisa
turangga : kuda; katuranggan: ciri - ciri 
420
turas : kencing, buang air
turi : turi, jenis tanaman
turida : susah, sedih
turon : tiduran, berbaring - baring
turu : tidur
turuh : bocor, tiris
turun : 1 turun, ke bawah; 2 anak keturunan
turung : belum
turut : turut, patuh, tertib
tus : serius, benar- benar
tusara : embun
tusih : mengawasi
tuskara : lebah, tawon
tustha, tusthi : senang, puas, asyik
tusuk : tusuk, tonjok; tusuk kondé : tusuk sanggul
tut : ikut, turut; tut wuri : ikut di belakang
tutas : tuntas selesai
tuter : bel, peluit, terompet, klakson
tutu : tumbuk; nutu pari : menumbuk padi
tutug : selesai, tamat, tuntas
tutuh : tunduk, dakwa, potong, pangka s
tutuk : mulut
tutul : tutul, bintik, noda; macam - : harimau kumbang 
421
tutup : tutup; tutup dhahar (saji) : tudung saji; tutup kendhang : pembukaan dan penutupan; tutup 
kéyong : bagian rumah berupa segitiga disebelah atap; tutup kuping, tutup mulut : membisu dan 
tuli; tutup liwet : cara menggunakan ikat kepala
tutur : tutur, kata, sabda
tutus : 1 tutus, pukul; 2 tali dari bambu; tutus kajang : jahitan yang selanya jarang- jarang
tutut : jinak, kejar, sisil
tutuwa : ketua, pemimpin
tuwa : 1 tua; 2 sudah masak; kamituwa : kepada desa; tuwa bangkong : tua bangka; tuwa buru : 
pemburu; tuwagana, tuwanggana : ketua, peminjam, pemuka; tuwah : tumbuh, timbul, terbit
tuwi : tengok, jengok
tuwin : dan, serta, lagi
tuwu : burung hantu
tuwuh : tumbuh
tuwuk : kenyang, puas
tyas : hati; tyas mami : hatiku

U
uba rampé : piranti, alat- alat
ubaya : janji, prasetia
ubed : 1 belit; 2 banyak akal
ubek : aduk
ubel - ubel : ikatan, belitan
ubeng : keliling, putaran
uber : kejar, buru
ubin : ubin, tegel 
422
ublek : 1 aduk; 2 bergerak di sek itar
ubon - ubon : abdi perempuan di pertapaan
ubral : obral
ubur : ramai sekali, bingar
ucal : ajar
ucap : ucap, ujar
ucek : tekan
uceng : ikan kecil; uceng - uceng: sumbu
uda : telanjang; ngudarasa : mengutarakan perasaan; udakara: kira - kira; udamamah: tepat
suaranya (dalam memerankan tokoh- tokoh wayang); udanagara: sopan - santun; udapati : sumpah serapah; udarati : laut, lautan; udasmara: pikiran
udadi : laut, lautan
udaka : air, mata air
udama : hina, keji, nista
udan : hujan; udan ampèl : nama bentuk keris;  udan barat: hujan bercampur angin kencang; udan 
tangis : berduka cita, menangis keras
udani : tahu, mengetahui
udara : 1 angin; 2 tinggi, luhur
udata : keras, sangat, sombong
udaya : upaya, usaha
udel : pusar, pusat
udhadhi : laut, samudra
udhal : bedah, pecah, jebol
udhang : udang; udhang - udheng : pergi ke sana- ke mari untuk suatu urusan
udhar : bebas, lepas  
423
udhaya : laut, samudra
udheg - udheg : nenek moyang
udhek : aduk, campur
udhel : hampir menjadi kepompong (fase perubahan ulat menjadi kepompong)
udheng : ikat kepala; udheng gilig: ikat kepala yang ada bundarannya di belakang
udhèt : cacing
udhil : kikir, bakil
udrasa : tangis, air mata
udrata : mahkota
udu : bukan, lain
udud : merokok
uduk : nasi uduk
udun : benjolan, bengkak
udur : berselisih, berteng kar
udwani : ingat, waspada
udyana : taman
udyani : taman
uga : juga, pun
ugag - ugeg : bergerak- gerak
ugah : agak, enggan
ugal : ugal, urakan
ugat- uget : bergerak- gerak
ugeg : bergerak  
424
ugel - ugel : sendi
ugem : menepati, mematuhi
ugeng : giat, bersemangat, rajin
uger : 1 pedoman, patokan; 2 ikatan; 3 diuger : dikurung; uger- uger lawang : anak tunggal; 
paugeran : hukum, undang- undang
ugung : manja, belum
ujana : taman; ujani : tahu, waspada, ingat
ujar : kata, sabda
uji : uji, tes
ujubriya : curiga, prasangka buruk
ujud : wujud, nyata
ujung : ujung; ujungan: daun
ujur : 1 mujur, membujur; 2 beruntung; ujuran: bagian yang membujur
ukara : kalimat; ukanten : (ing.) kalimat
ukir : ukir
ukur : ukur
ula : ular
ulab : beruntung sekali
ulad : muka, wajah
ulah : gerak, tingkah laku; ulah raga: olah raga; ulah semu : melakukan apa - apa dengan isyarat, 
pasemon, sindiran; ulah kridhaning asta : mengemis; ulah- ulah : memasak
ulam : ikan
ulang : ulang
ulan - ulan : sejenis ulat pemakan kayu 
425
ulap : silau
ulat : wajah, muka
ulem  : undangan
uleng : oling, miring
uler : ulat; uler kagèt : selimpat (pada tulang); uler kambang : jenis tembang, gending
ules : 1 warna; 2 sampul, selongsong, sarung, kain
ulet : ulet, liat
ulu : 1 telan; 2 tangkai; ulu ati: ulu hati, dapur susu; ulu- ulu:  ulu - ulu, pamong desa pengatur air; 
ulu wetu : penghasilan
ulun : saya, hamba
ulung : ulung, unggul; ulung ati: hulu hati, dapur susu
ulur : ulur, tarik
uma : biji, benih
umba : luas, lebar
umbang : congkak, besar mulut
umbar : umbar, bebas, lepas
umbara :  mengembara, berkelana
umbel : ingus
umbul : 1 terbang, melayang; 2 mata air, sumber air; 3 kepala desa; umbul muncar : mata air 
yang memancur; umbul - umbul : bendera panjang yang ditegakkan
umbut : rebung rotan
umet : nyala; umet- umetan : berkeliling- keliling; nyumet : menyalakan
umis : mengalir
umpak : 1 cepat, lekas; 2 batu landasan 
426
umpama : umpama, kalau, jika
umpang : lebih dari beratnya
umpeng : pipa, saluran air
umpet : sembunyi
umpling : minyak tanah, lampu kecil, tempat madat
umpluk : busa, buih
umpo n : empang ikan
umus : bocor, merembes
una- uni : bicara, perkataan
unakara : kira- kira, kurang - lebih
unandika : berkata
unang : sedih (gila) karena asmara, mabuk cinta
unar : onar, gaduh, geger
uncal : lempar
uncek : penggerek, alat penusuk
uncet : ujung n asi (tumpeng) yang berbentuk kerucut
uncit : buncit, bungsu, bontot, terakhir,
uncung : anak merak
uncuwi : pipa tembakau
undang : mengundang, memanggil
undar : gelendong, tika- tika, likas
under : pokok perkara, mata bisul, pusat lingkaran
undha : tumpuk,  tangga; undhamana: diungkit, disebut- sebut; undha- undhi : kurang lebih; undhausuk : bersusulan 
427
undhag : bertingkat, bertangga
undhagi : ahli tembaga, pikiran
undhak : bertingkat, bertangga
undhuh : menuai, memetik
undhung : tumpuk
undur : mundur, ke belakang; undur- undur : binatang sejenis rayab tanah yang jalannya mundur
unem : nama rempah - rempah
ungal : bunyi; mungal : berbunyi
ungap : bimbang, tertimbang- timbang, agak takut
ungapan : kala
ungel : suara, bunyi
ungga : atau
unggah : naik, ke atas; unggah- ungguh : tata krama, sopan- santun; ungguh : tempat, letak
unggul : unggul, utama
ungkal : asah, batu pengasah
ungkara : kalimat, pujian, doa
ungsi : ungsi, pindah
ungsum : musim
uni : bunyi, suara
uninga : tahu, mengerti
unjal : menarik; unjal ambekan : me narik nafas
unjuk : minum
unta : unta  
428
untap : marah, murka
untar : nyala
untara : 1 utara; 2 kiri; 3 antara, sela
unting : ikatan
untu : gigi; untu gelap : gigi roda; untu walang : cara menyambung (seng, dll)
untul : pengikut
untung : untung, laba; untung- untungan : berspekulasi, untung- untungan
unu : (padi) yang berceceran di tanah
unur : 1 rumah anai - anai; 2 bukit, tanah membukit
unus : hunus, keluar
unyar : ikatan padi; unyar- unyur: mondar- mandir, ke sana kemari
unyer : putar, keliling
unyur : datang begitu saja
upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, 
kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, 
kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; 
upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 
penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun- ) : (ing.) dipelihara, dirawat; 
upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, 
pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : 
penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: 
sabar, rendah hati; upasantwa: pe nghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan 
untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan
upacanten, upacara: upacara, seremoni;
upadi : mencari, berusaha, upaya; upados : mencari, berusaha, upaya
upah : upah, ongkos, gaji
upaka : sunga i
upakyana : cerita, dongeng 
429
upala : batu
upama : umpama, tamsil, ibarat
upaos : sumpah, janji
upas : 1 bisa, racun; 2 pesuruh, kurir
upati : upeti, persembahan
upat- upat : 1 talu cemeti/cambuk; 2 bersumpah tak akan melakukan lagi
upaya : upaya, usaha; upa yasandi: perkakas, piranti
upekti : upeti, persembahan
upeti : upeti, persembahan
upetya : upeti, persembahan
upih : upih, kelopak, pangkal daun
upiksa : teliti, periksa, lihat
ura- ura : lagu, dendang, nyanyian
uragapati : raja ular
urang : udang; urang ayu : nama bentuk subang
urik : licin, akal bulus
uring : marah, kecewa
urip : hidup
urmat : hormat
urna : mahkota
uruk : 1 rendam, uruk; 2 ajar; diwulang uruk : diberi pelajaran
urun : urun, iuran
urung : gagal, belum; urungan: perhitungan hari yang ke- 3  
430
ur up : nyala
usada, usadi : obat
usah : usah
usaha : usaha, upaya
usana : jaman dahulu kala
usap : usap; usap tangan : sapu tangan
usar : tentara berkuda
usara : embun
usar- asir : polisi rahasia
usim : musim, masanya
usir : usir, suruh pergi
usna : baik, bagus
usnisa : surban, sanggul ikat kepala
usreg : 1 bertengkar; 2 banyak gerak
ustra : unta
usuk : penyangga atap
usul : usul, saran, pendapat
usum : musim
usung : usung, gotong
usus : usus
utah : muntah
utak : otak, benak
utama : utama, baik  
431
utamangga : kepala
utami : utama, baik
utang : hutang; utang budi : hutang budi; utang pati : hutang pati, membunuh; utang urip: hutang 
nyawa
utara : 1 utara; 2 kiri
utawa : atau; utawi : atau
utawaha : api
utawis : kira- kira, kurang lebih
utek : otak, benak
uter : putar, keliling
util : colong, curi, copet
utpala : teratai biru, tunjung biru
utri : utri, jenis makanan dari pati ketela
utsaha : usaha, upaya
utu : gigi
utuh, utoh : utuh, lengkap, sempurna
utus : utus, suruh, duta
uwa : pakde, budhe
uwal : lepas, bebas
uwar  : lepas, bebas, copot
uwas : khawatir, wasangka
uwi : ubi jalar
uwong : orang, manusia
uwuh : 1 tambah; 2 sampah  
432
uwung - uwung : awang - awang
uwur : 1 tombok, iuran; 2 tabar, sebar

W
waler : atur; wewaler : peraturan, aturan
wales : balas; walesan : balasan
walgita : buku, surat, tulisan
walih : lagi
walik : balik
walika : ular
waling : sangkaan, pikiran
walira : belera
walirang : belirang
waliwis : belibis
walkali : pendita, pertapa
waluh : jenis buah
waluka : pasir
waluku : nama rasi bintang
walulang : kulit, belulang
walur : walur
waluya : sembuh, sehat, selamat
walya : sehat, selamat, aman
wama : kiri
wamana : murka, marah 
433
wamsa : wangsa, keluarga; wamsa Syailendra : dinasti Syailendra
waca : baca; maca : membaca; wacan : bacaan
wacucal : kulit, belulang; ringgit wacucal : pentas wayang kulit
wada : cacat, cela
wadaka : halangan, gangguan
wadana : pemuka, pembesar
wadari : taman bunga
wadat : selibat, tak menikah
wadata : molek, kegemaran
wader : ikan sungai
wadhag : tubuh
wadhah : wadah, tempat
wadi : rahasia; wewadi : 1 rahasia; 2 kemaluan
waditra : gamelan, bunyi - bunyian
wadwa : prajurit, tentara; wadwan, wadon : perempuan
wadya : bala, anggota; wadyabala: bala tentara
waé : saja, cuma
wagal : nama ikan
wagata : sungguh, nyata
wagadi, wagati : perbuatan b aik
wagé : Wage, hari pasaran
waged : 1 bisa, mampu; 2 batas
wagiswara : tempat semedi raja  
434
wagita : 1 sungguh, nyata; 2 syair, puisi
wagra : harimau
wagu : tak pantas
wagugen : sedih, susah
wagus : bagus, baik
wahana : kendaraan, sarana
wahiri : cemburu,  iri hati
wahita : tipuan, muslihat
wahya : wahyu, bintang kebahagiaan; wahyu : ilham, anugerah
wahyaka : lahiriyah, badan
waita : 1 tipuan, muslihat; 2 perahu
waja : gigi
wajah : muka
wajar : lumrah
waji : kuda
wajir : menteri
wajra : petir
wak : badan, tubuh
waka : panas, api
waksa : dada, susu
waksudha : bumi
waktan : bercerita, berbicara
wakul : wakul, wadah nasi 
435
wakya : badan
wala : gagang gugus kelapa
walak : larangan, balak
walaka : berterus terang
walang : belalang; walangati : khawatir
walanjar : janda muda
walat : kualat, terkutuk
walaya : berkelana, mengembara
waled : 1 endapan; 2 gaji rapel
walèh : bosan, jemu
walek : melulu, semata- mata
walépa : kurang ajar, congkak, pongah; ardha walépa : membantah, ditanya balas bertanya
wana : hutan, alas; wanadèsa: daerah hutan dan desa; wanadri : hutan belantara; wanantara : 
hutan lebat, pusat hutan; wanawasa: hutan lebat
wanah, waneh : lagi
wanara : kera jantan; wanari : kera betina
wancahan : singkatan
wancak : belalang; wancak suji: pagar besi
wancana : wacana, bacaan, tema
wanci : waktu, saat
wanda : 1 suku kata; 2 badan
wandawa : sanak saudara
wandé : warung, toko
wandira : pohon beringin  
436
wandu : banci, waria
wang : uang
wangan : selokan di sawah
wangbang : kesatria muda
wangen : dicampuri bau yang harum
wangga : berani
wangi : wangi, harum
wangkang : perahu jangkang
wangkawa : pelangi, bianglala
wangkingan : 1 keris; 2 pinggang
wanglu : mata hati
wangon, kauban : dilindungi rumah, atap
wangsa : keluarga
wangsalan : syair sandi
wangsi : seruling
wangsit :  isyarat gaib, wahyu
wangsul : kembali, pulang
wangun : pantas, bagus; wewangunan : 1 bangunan; 2 sosok
wanguntur : tempat duduk raja, dampar
wangur : dengu, kancing
wangwa : dipandang, diawasi
wani : berani; wani angas : berani lalat, berani tai
wanita : perempuan 
437
wantah : apa adanya
wantawis : antara, kira- kira
wantèg : kukuh, kokoh
wanter : wanter, cat
wantèr : panas terik
wantu : 1 nanti; 2 air panas untuk mengukus nasi
wantun : berani
wantya : pesan, amanat
wanu, wano : perempuan
wanua : desa, penduduk desa
wanudya : wanita
waos : (ing.) baca; maos : 1 membaca; 2 buah maja; maospait : Majapahit
wara : anggun, lembut, cantik; warabrata: latihan keras; waracethi : pembantu putri; waradwija : 
pendita, brahmana; waraduhita: permaisuri; waramerta: pengampunan, ampunan; warapsara : 
bidadara, bidadari; warasana : dampar, kursi, tahta; warasayaka : panah; wara wirasmi : bulan; 
warataruna : jejaka, pemuda, remaja; warataruni : gadis, perawan; waratomara: panah; wara wara: pengumuman; warawidya: pendita, brahmana;  wara- wiri : mondar- mandir
warada : kasih, cinta, sayang
waradin : 1 merata; 2 biaya
waragad : biaya, ongkos
warah : ajar, babi tahu
waraha : babi hutan
warak : badak
warana : tirai, sekat
warandha : janda  
438
warang : cuci, mandi (keris)
waranggana : sinden, penyanyi
warangka : 1 sarung; 2 kerangka
waras : sehat; waras- wiris : sembuh, sehat, tak kurang satu apa; ora waras : 1 sakit; 2 gila
warastra : senjata, panah
warata : rata
warayang : angin, udara
warda : belas kasih, cinta
wardah : tua
wardaya : hati
ward i : arti, makna, keterangan
wardu : lintah; wardugangga: lintah
wareg : kenyang; maregi : mengenyangkan
warèh : air
warga : anggota; kulawarga : keluarga
wari : air; warigagung : nama wuku yang ke- 8; warigalit: nama wuku yang ke7; warigaluh : 
nelayan
wariga : kejang
waring : jaring halus, kain kasa
waringin : beringin
waris : keluarga, saudara; warisan : harta peninggalan orang meninggal dunia
warna : warna, rupa, macam; warni: warna, rupa
warok : 1 berhati suci, hidup secara spiritual; 2 sakti, tangguh; 3 pemimpin, pelindung
warsa : tahun; warsaka : tahun; warsaya: tahun; warsi: tahun 
439
warsiki : bunga gambir
warsita : ajaran, nasihat
warta, warti : warta, berita; wartos : (ing.) warta, berita
waru : waru, jenis pohon
waruju : bungsu
warung : warung, kedai
was : awas; was- was : khawatir
wasa : wewenang, kuasa; wasantatilaka : nama tembang gedhe; wasata : kekuasaan
wasana : akhir, penutup, penghabisan
wasésa : kekuasaan, wewenang
wasi : pendita, pertapa, biksu
wasis : pintar, ahli
wasistha : bijaksana, pintar
wasita : ajaran, nasihat
waskitha : pintar, bijaksana
waspa : air mata
waspada : waspada, hati - hati
wasta : nama
wastra : kain
wastu : sungguh- sungguh nyata
wastuti : pujian, doa
wasuh : basuh, cuci
wasundari : 1 bumi; 2 air bening 
440
waswa : pasti, tentu
waswita : cemas, kuatir
wata : angin
watak : watak, sifat, tabiat
watang : batang, galah, tombak
watara : kira- kira; watawis : kira- kira
watek : watak, sifat, tabiat
wates : 1 batas; 2 semangka
watgata : luka, terluka
wati : 1 dunia, jagat; 2 putri
watir : kuatir, sumelang; watos : kuatir, sumelang
waton : 1 asal; 2 pedoman
watsa, watsya : ikan
watu : batu; watu beras : batu pasir, pasir; watu brani: besi berani, batu magnetik; watu geni : 
batu api; watu item: batu hitam; watu kambang : batu apung; watu karang: batu karang; watu 
kumalasa : batu besar dan rata; watu lintang : batu bintang; watu sumbul: batu yang runcingruncing; watu gunung : nama wuku
watuk : batuk
watun : cabut rumput
watyagya : perselisihan, pertengkaran
wau : tadi
waudadi : samudra, lautan
wawa : 1 api; 2 bawa
wawah : rubah, ubar, geser
wawal : sakti 
441
wawan : saling; wawan catur, wawan rembag : saling bermusyawarah, berunding
wawang : lihat, pandang, tonton
wawar : belah, pecah
wawi : bawa, dengan
wawoh : berbuah
wawrat : beban, berat
wawu : wawu, nama tahun yang ke- 7
wawuh : berdamai, tegur sapa
way : air
wayah : 1 waktu; 2 cucu
wayang : pertunjukan wayang
wayoh : wayuh, madu, rangkap
wayu : angin, udara
wayuh : madu, rangkap
wé : 1 saja, cuma, hanya; 2 air
wecana : wacana, bacaan, tema
wecucal   : kulit, belulang
wéda : weda, aturan, pedoman
wédaka : tahu, mengetahui
wedaka : kalangan, gangguan, kerugian
wedal : 1 keluar; 2 waktu
wedana : 1 wedana, pangkat kraton; 2 mulut, muka
wédana : sakit 
442
wédang : air putih
wedani : nama tetumbuhan
wedari : taman bunga
wedèn : penakut
wédha : ajaran, pedoman
wedhak : bedak
wedhar : jelas, terang, saran, nasihat
wedhi : pasir; wedhi krosok : pasir krosok, pasir kasar; wedhi maléla : pasir hitam berkilau; 
wedhi kèngser : menari melompat- lompat
wedhung : pisau besar bersarung (pakaian kebesaran istana)
wedhus : kambing, domba; wedhus prucul : kambing yang tak bertanduk
wedi : takut; wèdi : nyata, benar, sungguh; wedi- asih: berbakti, sayang
wedidang : antara lutut dan tapak kaki, betis
wedya : pengetahuan, ilmu
wédya : pengetahuan, ilmu; wédyarini : ajaran kewanitaan; wédyata: sinar, cahaya; wédyatama: 
pengetahuan yang baik
wegah : malas, enggan, tidak mau
wegang : enggan, tak mau
wegig : cerdik, lincah, trampil
wèh : beri
wejag : licin sebab sering dilalui
wejah : obat nebus bagi orang yang habis bersalin
wejang : ajaran, nasihat
wejani : upah kepada dukun 
443
weka : anak
wekan : tahu, mengerti
wekas : 1 akhir; 2 pesan
wekdal : waktu
wektu : waktu, saat
wela : 1 sela, selang, luang, lowong; 2 jelas
welad : sembilu
welagar : terbakar, menjalar
welah : kayuh, pengayuh
welahan : bilahan
welak : kutukan
welan : uang denda karena terlambat membayar
wélan : nampak nyata
welang : 1 jenis ular; 2 belang
welar : lebar, bidang (dada)
welas : belas; welas arep : kasih sayang; welas asih : belas kasih
weling : amanat, pesan, saran
welit : 1 belut; 2 belit
wéloh : waluh
welon : tegar hati, kuat pendirian
welug : jagoan, kepala rampok, penjahat besar
welut : belut
wenang : kuasa, berhak  
444
wendéra, wendira : pohon beringin
wéndra : nama ikan laut
wenèh : lagi
wènèh : beri
wenes : bersih mukanya, centil
wenga : terbuka, menganga
wengi : malam
wengis : bengis, kejam
wengkelan : betis
wengku : pangku
wengur : dengu, kancing
wèni : rambut, sanggul
wening : bening; weninga : mengetahui, mengert i
wentala : tega, sampai hati
wentar : kondang, terkenal
wentara : antara; sawentara : sementara
wèntèh : jelas, terang
wènten : ada
wènter : wenter, cat
wentis : betis
wéra : lapang, lega
werat : berat
wercita : cacing 
445
werda, werdha : tua
werdaya : hati, perasaan
werdi : makna, arti, maksud
werdu angga : lintas
wereh : buih, busa, mabuk
wereng : wereng, hama padi
werga : warga, anggota
wergul : anjing liar
werhaspati : kamis
weri : pencuri, penjahat
wèri : musuh
werit : buas, susah diatur, susah ditangkap
werjit : cacing
werna : warna, rupa, bentuk
wersa : 1 hujan; 2 tahun
werta : warta, berita; werti : warta, berita; wertos : warta, berita
weru : nama pohon
weruh : tahu, mengerti, melihat
werut : mengerut, mengedut
wésa : waisya, golongan pedagang, bercocok tanam
wesana : akhirnya, sehingga, maka
wesi : besi; wesi aji : senjata (keris, tombak, dll); wesi bang: besi yang dibakar manyala; wesi 
brani : besi berani, besi magnetik
wespada : waspada, hati - hati 
446
westa : nama
wèstu : lestari, sungguh
wèsthi : bahaya, larangan
wéswa : susah, sedih
wésya : waisya, golongan pedagang, petani
wetah : utuh, lengkap, sempurna
wétan : timur
wetara : sementara
weteh : terang, jelas
weteng : perut
wetu : keluar, lahir
wewah : 1 berubah; 2 tambah
wèwèh : memberi, mempersembahka n
wéwéka : hati - hati, waspada
wewer : gulung, gulungan, rol
weweg : tambun, gemuk
wi : 1 ubi, umbi; 2 lebih
wiba : sentausa, kuat
wibawa : wibawa, pengaruh
wibi : bibi
wibisana : bijaksana, sentausa
wibrama : kalut, kacau, bingung, marah
wibuh : kuat, sentausa  
447
wibuti : kemuliaan, kekuasaan
wicaksana : bijaksana; wicaksuh: bijak, bijaksana; wicaktala: dasar bumi
wicara : bicara; wicanten : (ng.) bicara; wicarita : cerita, lomba bercerita
wicitra : citra, rupa
wida : siksa; gandawida : wewangian; widadara: bidadara, dewa; widadari: bidadari, dewi; 
widasari: nama tumbuhan; widayaka: bidadara, dewa
widada : selamat, sejahtera; widagda : pintar, mahir
widara : pohon bidara; widara gepak: nama bentuk rumah; widaran : nama makanan dan tepung 
ubi kayu
widhala : kucing
widheng : ketam ranjung
widhungan : anak binatang yang masih dalam kandungan
widi : 1 izin, restu; 2 aturan, takdir; 3 tahu; hyang widi : Tuhan; widigraha : tempat semedi, 
pemujaan
widigda : pintar, ahli
widita : termashur, terkenal
widu : biduan, penyanyi
widura : pandai, bijaksana; widuri : 1 baiduri, batu permata; 2 nama tumbuhan sejenis kapas
widya : pengetahuan, ilmu; widyadara : dewa; widyadari : bidadari, dewi; widyastuti : 
pengetahuan tentang doa, berbakti, pujian; widyatmaka : kilat, cahaya; wid yawati : banyak ilmu 
dan cantik; widyuta : petir, kilat, halilintar; widyutmala: mata petir, kilat
wigar : gagal, kandas
wigati : sungguh, nyata, penting
wigena, wigna : tahu, mengerti, bijaksana
wigih : enggan, malas 
448
wignya : tahu, mengerti, bijaksana; wignyan : 1 pengetahuan, ilmu; 2 tanda baca dalam huruf 
Jawa; wignyana: pengetahuan, ilmu
wigraha : rumah, wisma
wiguh : segan, enggan
wiguna : berguna, bermanfaat
wigung : berguna, cakap
wihaga : burung
wihang : enggan, segan, tak sudi
wihanggama : burung
wihara : wihasa, tempat semedi; wihanten : biara, tempat beribadah
wihaya : udara, langit
wihikan : tahu, mengerti
wija : buah
wijah : biasa, umum
wijana : 1 berdasar bangsawan; 2 tempat beribadah
wijang : jelas, terang, paham
wijaya : unggul, menang; wijayanti : kemenangan, unggul
wiji : biji, bibit
wijil : keluar, lahir; mijil : 1 lahir; 2 tembang mijil
wijuk : membasuh tangan, kaki
wijung : babi hutan besar
wika : tahu
wikalpa : percakapan, perbincangan
wikan : tahu, mengerti 
449
wikana : entah, tidak tahu
wi kara : berubah keadaan
wiki : kuti - kuti
wikrama : menikah, kawin
wiku : pendita, resi, brahmana
wil : raksasa
wilmuka : pimpinan pra raksasa
wilaba : wahyu
wilada : nama tumbuhan
wilah : bagian, belahan
wilaja : hamba sahaya
wilang : hitung; wilangan : hitungan, bilangan
wilangun : gemar, suka
wilapa : syair sedih, syair keluhan
wilasa : bersenang- senang, menghibur hati, bermain - main
wilasita : bersenang- senang, menghibur hati, bermain - main
wilatikta : Majapahit
wilet : licin, licik, akal bulus
wilis : hijau
wilisan : bilangan, hitungan
wilujeng : selamat, sejahtera
wiluma, wiloma : keliru, gagal
wilwa : buah maja; wilwatikta: Majapahit 
450
wima : mirip, seperti, menyerupai
wimala : bersih, suci
wimana : kereta, kendaraan; wimanasara : panah sakti
wimardana : perang, berperang
wimba : 1 keluar, terbit; 2 tiruan, seperti, serupa
wimbasara : pesuruh, polisi
wimbuh : 1 menambah; 2 gelap pikiran, bingung
wimoha : gelap pikiran, bingung
wimohita : gelap pikiran, bingung
wimurcita : pingsan
winadi : dirahasiakan; winardi : diberi makna; winarna : diceritakan
winata : 1 utama; 2 bunga tunjung, teratai
winda : harum, wangi, semerbak
windasa : rusak, musnah
windraya : mulia, bagus
windu : windu, delapan tahun; windutirta : air endapan
windura : mustika, perhiasan
windya : kenyang, puas
winèh : diberi
wingi : dulu, kemarin
wingit : angker, keramat
wingka : wingko, jenis kue
wingking : belakang 
451
wingkisan : bingkisan
wingsati : 20, dua puluh
wingsilan : buah pelir
wingwang : berbeda, lain
wingwing : kecil, langsing perawakannya
wingwrin : takut, ketakutan
winong : diorangkan, dianggap orang
winor : dicampur, diaduk
winot : dibuat jembatan
wintang : bintang
winter : winter, cat kain
winursita : diajari, dinasihati, diceritakan
wipala : banyak sekali, lebar, luas
wiparita : susah, sedih
wipata : salah, keliru, buruk, jatuh
wipati : celaka
wipra : pendita, pertapa
wipula : banyak sekali, luas, lebar
wira : perwira, pahlawan; wiraboga: makanan; wiralalita: nama tembang besar; wiratara : berani, 
pemberani; wira- wiri: mondar- mandir; wirotama: wira utama, pemberani
wiraga : gerak tubuh
wiraha : pisah, berpisah, bercerai
wirahsa : olah rasa
wirama : berirama 
452
wirandhungan : perlahan- lahan, bimbang, ragu
wirang : malu, mendapat aib
wirangrong : tembang wirangrong
wirasa : dirasakan, isi; wiraos : dirasakan, isi
wiring : biring; wiring kuning : biring kuning, ayam jantan yang kakinya kuning
wiroda, wirodra : sangat marah, berselisih
wiron : kain lipatan, diwiru
wirong : sedih, susah; mirong kampuh jingga: memberontak
wirta : marah sekali, be ngis, kejam
wiru : 1 wiru, lipatan kain; 2 biru; 3 sarung jagung
wiruda : bertengkar, berkelahi
wiruh : tahu, mengerti
wirun : penengah
wirya : wirya, kedudukan; wiryawan: kedudukan, pejabat
wis : sudah
wisa : bisa, racun
wisada : obat
wisala : luas, lebar
wisama : kendala, rintangan
wisana : 1 akhir, penghabisan, penutup; 2 cula, tanduk
wisangsaya : tidak dengan hati- hati, tidak khawatir
wisapaha : penawar bisa
wisarga : berhenti, istirahat, penghabisan 
453
wisarja : mengusir, menghalau
wisata : wisata, piknik, rekreasi
wisaya : alat panca indra, maksud
wiséka : nama, gelar
wisésa : kekuasaan, wewenang
wisik : bisik, isyarat gaib
wiskira : itik
wisma : wisma, rumah, tempat peristirahatan; wismaka: mahkota, topi, tutup kepala; wismaya : 
menakjubkan; tuna wisma :  tidak punya rumah
wismreti : sungai
wistara : uraian, cerita
wisthi : 1 halangan, rintangan; 2 pekerjaan
wisudha : wisuda, penobatan
wisuna : suka mengadu, panjang lidah
wisya, wiswa : bisa, racun
wit : pohon
wita : pengetahuan; witadésa: pindah tempat tinggal, urbanisasi; witaradya: pengetahuan tentang 
birokrasi, ilmu pemerintahan; witaraga : terlepas dari kesenangan duniawi, suci; witareja : 
pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan
witaka : air
witana : bangsal, tempat penghadapan
witing : keturunan darah biru
withangka : kandang merpati
wiwaha : pesta
wiwaksa : berbicara, bertutur; wiwaksita : berbicara, bertutur  
454
wiwal : lepas, terurai, bercerai
wiwandha : halangan, rintangan, kendala, masalah
wiwang : berbeda, lain
wiwara : pintu, gapura
wiwarjita : hilang musnah, tak ditemukan mayatnya
wiwarna : berwarna
wiwaswan : matahari
wiwéka : hati - hati, waspada, berakal
wiwi : sayap, kepak
wiwing : lemah, lembek
wiwit : mulai, mula- mula
wiwrin : takut, ketakutan
wiwuda : dewa
wiya : alpa, lalai, lengah
wiyadi : sedih, susah
wiyaèr : bertingkah, bercanda, tak mau menurut
wiyaga : pemain, pemukul gamelan
wiyagon : baru, masih baru
wiyagra : harimau
wiyah : biasa, sebarang; sewiyah- wiyah : sia- sia, sewenang - wenang
wiyak : belah, buka
wiyana : tetap
wiyang : pergi 
455
wiyangga : katak; wiyanggi : bumbu
wiyar : luas, lebar
wiyara : biara, tempat bertapa
wiyarta : kaya; wiyarti : pintar
wiyasa : membuat, membangun
wiyat : udara, langit, angkasa
wiyata : pendidikan, pengetahuan, pengajaran
wiyati : udara, langit, angkasa
wiyoga : susah, sedih, pemisahan
wiyos, miyos : keluar, lahir
wlagang : cepat besar, gembur, subur
wlagar : terbakar, kobar
wlaha : telanjang, tidak memakai apa- apa
wlahar : 1 lahan; 2 tanah pecah
wlaka : terbuka, jujur, terus- terang
wlakang : selangkangan, lipat paha
wlangat : liang kubur
wlanjar : janda muda belum beranak
wlija : pedagang
wlikat : tulang berikat
wlingi : sejenis rumput
wlingsang : anjing liar
wlira : belera, alat tenun 
456
wlirang : belirang
wluku : bajak
wungkal : asah
wo : kata seru menyatakan heran, takjub
wod : 1 satu suku kata; 2 jembatan
wodha : menasehati
wodhana : menjagakan
wogan : sangkut, kait
woh : buah
wolu : delapan, 8
wong : orang, manusia
wongwa : bara api menyala
wonten : ada
wor : campur
wora- wari : bunga sepatu
wos : beras
wot : jembatan
wowog : berambut tebal
wowohan : buah- buahan
wowor : bercampur
wowotan : jalan di jembatan
wradin : merata, tersiar
wragad : ongkos, biaya  
457
wragang : 1 lekas besar; 2 tuak
wragil : bungsu
wrah : ajaran, nasihat
wraha : celeng, babi hutan
wrahas : 1 rejeki; 2 binatang buas sejenis babi hutan
wrahaspati : hari Kamis
wraksa : pohon
wran : orang
wrandha : janda
wrangas : anai - anai berwarna merah
wranggana : pesinden
wrangka : warangka, sarung keris
wrasan- wrasan : membicarakan orang lain
wrat : berat, beban
wrata : rata
wratsangka, wratsari : bunga cempaka
wrayang : angin, udara
wré : kera
wrecita : cacing
wreda, wredha : tua
wredaya : hati
wredi : makna, arti
wredu : halus, sabar, rendah hati 
458
wregu : sejenis rotan
wregul : anjing liar
wrehaspati : hari Kamis
wrejit : cacing
wreka : ulat
wreksa : pohon, kayu
wrena : warna
wrenda : janda
wrenget : renget, hama kertas, kutu kayu
wrengkang : tegar hati, keras kepala, sulit diatur
wresaba : sapi, lembu, banteng
wresah : nama tumbuhan
wresni : ipar, b iras
wresthi : hujan; wresthipatha: hujan lebat
wreta : warta, berita
wrin : takut, ketakutan, mengetahui, mengerti
wringin : beringin
wruh : tahu, mengerti
wruju : bungsu
wruyung : asmara, cinta
wuda : telanjang
wudel : pusat
wudhar : lepas, bebas 
459
wugu : nama wuku yang ke- 26
wuh : 1 segan, serba sulit; 2 tambah
wuhaya : buaya
wujang : bujang, jejaka, belum kawin
wujil : kerdil
wukir : gunung, bukit
wuku : 1 wuku; 2 buku
wulakan : jeram, air terjun
wulan : bulan; nawang wulan : melihat rembulan; wulandari :  rembulan terbit; wulanjari: bulan 
terbit; wulan purnama : bulan purnama; wulansari: rembulan
wulang : ajaran, saran, nasihat; wulang wuruk : ajaran, petuah
wulangun : asmara, cinta
wulanjar : janda muda yang belum beranak
wulat : muka, wajah
wuled : liat, alot, kuat
wuli : bulir- bulir padi
wulinga : birahi, suka- ria, asyik
wulu : bulu; wulu kalong : bulu kalong; wulu wetu : penghasilan; wulu sétan: bulu yang tumbuh 
menyendiri
wuluh : wuluh, jenis blimbing; wuluh gading : bambu gading
wungkal : asah, batu pengasah
wungkuk : bungkuk
wungsu : bungsu
wungu : 1 bangun tidur; 2 ungu 
460
wungwang : sepi, kosong
wungwung : atap puncak bubungan rumah
wuni : 1 bunyi; 2 dulu; wuninga : mengetahui, mengerti
wuntat : bontot, pantat, belakang
wuntel : bungkus
wuntit : bontot, paling belakang
wuntu : buntu, tak berlanjut
wunuh : bunuh, menewaskan
wunut : nama pohon
wunwunan : ubun- ubun
wur : campuran rokok
wuragil : bungsu
wurandhungan : 1 perlahan- lahan; 2 bimbang, ragu
wuri : belakang
wurik : hitam berselang- seling putih
wursita, wurcita : ajaran, nasihat
wuru : mabuk; wuru getih : mabuk darah
wuruh : buih, busa
wuruk : ajaran, nasihat
wurukung : nama hari naas yang ke- 7
wurus : teratur dengan baik, tahu adat
wurwur : nama binatang laut
wuryan (ka- ) : tampak, kelihatan 
461
wus : sudah; wusana : akhirnya, sehingga, maka; wusanten: (ing.)akhir, penghabisan, penutupan; 
wusdéné: sedang, padahal
wusu : busar, pemusar, bungkuk (punggung)
wuta : buta
wutah : tumpah; wutah ati : suka berderma, suka memberi; wutah getih : tanah kelahiran;  wutah 
rah : tanah tumpah darah
wutuh : utuh, lengkap, sempurna; wutuh ayam : sangat utuh, tak ada luka
wutun : tekun, asli
wuwu : penangkap ikan
wuwuh : tambah 

Y
yadu : keluarga
yaga : penabuh gamelan
yaiku : yaitu
yaksa : raksasa; yaksi : raksasa perempua n
yakti : sungguh, benar
yakut : mutiara, intan
yama : Batara Yama, sang pencabut nyawa dalam pewayangan
yamani : neraka; yamaniloka : tempat neraka
yan : kalau, jika
yana : kereta, kendaraan
yanak : anak
yani : sungai
yantra : kendaraan dewa  
462
yapa : puja, puji
yasa : membuat; yasan : buatan, hasil karya; yasadarma : ayah
yasih : kasih, asih
yata : yaitulah; yatanyan : supaya
yati : pendita, biksu; yatindra : pendita yang termasyur; yatiwara : pendita yang termasyur
yatma, yatmaka : nyawa, ruh
yatna : hati - hati, waspada
yatra : arta, uang
yawa : luar, di luar
yawat : seperti, ibarat; yayah réna : bapak ibu; yayah wibi: bapak ibu
yayan : umpama, seperti
yayi : adik
yeksa, yeksi : raksasa
yekti : sungguh; yektos: (ing.) sungguh benar
yitma : nyawa
yitna : hati - hati, waspada; yitna yuwana : yang berhati - hati akan selamat
yoda, yodha : perang, prajurit
yoga : 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi
yogi : pendita; yogiswara: pendita termasyhur
yogya : baik, pantas
yojana : 1 penglihatan; 2 ukuran, panjang jalan
yoni : kekuata n gaib, sakti
yuda : perang 
463
yudhaka : tentara, prajurit
yuga : 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi
yugala : istri, suami
yugya : baik, indah
yujana : ukuran panjang jalan
yukti : sesungguhnya, nyata
yumana : selamat sejahtera
yungyun : asmara, cinta
yuswa : umur
yuta : juta
yutun : asli, sederhana
yuti : baik, selamat
yuwana : selamat , muda
yuwaraja : putra mahkota
yuwati : gadis, perawan
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger