Artikel hari ini
Postingan Terbaru

Lebih jauh tentang "Kassian Cephas"....!!!

Lebih jauh tentang "Kassian Cephas"....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Kassian Cephas (15 Februari 1844 - 1912) 
Adalah pribumi satu-satunya yang berhasil menguasai alat peradaban (Phographi) modern (saat itu), hal ini juga yang membuatnya diakui di kalangan golongan masyarakat kelas tinggi. 

Buktinya ia bisa menjadi anggota istimewa Perkumpulan Batavia yang terkenal itu. Tahun 1896 ia dinominasikan menjadi anggota KITLV15 Juni 1896. 

0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Sabtu, Desember 13, 2014

Tempat minum kopi yang bersejarah....!!!

Tempat minum kopi yang bersejarah....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Keberadanya di negeri ini terbilang sudah lama, diawali dengan Bercokolnya kaum penjajah yang ingin menjadikan kopi sebagai komoditas dagangan yang laris di pasaran Internasional dan akhirnya perkembangan pun merata di hampir setiap kota karena para opurtunis melihat kopi dapat dijadikan sebagai lahan bisnisnya.

0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Sabtu, Desember 13, 2014

Mau ke Nusakambangan....???

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Ketika kita berbicara "Nusakambangan" biasanya/pada umumnya orang langsung berasumsi akan sebuah tempat tahanan (Penjara/Lapas). 

Padahal Nusakambangan bukan sebuah Penjara melainkan sebuah pulau yang terdapat beberapa bangunan Penjara yang masih aktif dan tidak aktif.

Terletak di Samudra Hindia, dan termasuk dalam Kabupaten Cilacap. Luas Pulau Nusakambangan adalah 121 km2. Antara Pulau Jawa dengan Pulau Nusakambangan di pisahkan oleh Segara Anakan. 

Nusakambangan menjadi terkenal karena di sana terdapat penjara Maximum Security-nya Indonesia. Walaupun Maximum security Penjara di Nusa Kambangan sebetulnya tidak dijaga dengan pengamanan yang sangat ketat, hanya mungkin kondisi topografi wilayah Nusa Kambangan yang menjadikannya lebih angker.

Banyak tokoh kriminal terkenal di Indonesia di tahan di lapas Nusa Kambangan ini. Para pesakitan yang menghuni Lapas Nusakambangan misalkan: Johny Indo, Kusni Kasdut, Pramoedya Ananta Noer, Tommy Soeharto, Bob Hasan, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marianus Riwu (Kasus Kerusuhan Poso), dan selebritis Indonesia saat ini Amrozi Cs.

Ada 7 Lapas yang aktif di Nusakambangan, dari yang sistem pengamanan "minimum security" sampai "Super maximum security"

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
1. Lapas Terbuka
Di lapas ini anda tidak akan menemukan jeruji besi, karena memang semua Narapidana disini berstatus "minimum security" atau bukan napi berbahaya. 

Kebanyakan dari napi jang masa hukumannya hanya 1-3 bulan penjara lagi.





Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
2. Lapas Batu
Lapas ini mulai operasional sejak jaman kompeni, dibangun pada tahun 1925.

Imam Samudra , Amrozi, dan Ali Gufron, tiga orang dihukum karena mengorganisir pemboman Bali 2002 pernah "menginap" disini sebelum di eksekusi mati, 





Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
3 Lapas Besi
Dibangun pada tahun 1929, konon katanya keseluruhan penjara ini dulu dibangun dengan material Besi yang lebih banyak. Itulah sebabnya di sebut Lapas Besi.








Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
4. Lapas Khusus Narkotika
Lapas ini yang paling baru di Nusakambangan, diresmikan beroperasi pada tanggal 28 Maret 2008






Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
5. Lapas Kembangkuning
Penjara yang dibangun pada tahun 1950 kabarnya ini lapas yang paling serem. 

Napi di Nusakambangan sendiri paling takut kalau kesini sampai dibilang penjaranya penjara di Nusakambangan ya KembangKuning ini.






Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
6. Lapas Permisan
Ini adalah Lapas tertua yang ada di Nusakambangan, dibangun pada tahun 1908,
kalau dengar dari pegawai/orang tua disana, di lapas ini dulu pernah terjadi pembantai terhadap anggota PKI. 

Nama Permisan sendiri itu diambil dari bahasa belanda verdwijnen, yang artinya hilang. Karena dulu Napi yang mencoba kabur dari penjara ini selalu hilang, begitu di temukan sudah mati didalam pulau 

Johny Indo,pernah melarikan diri dari lapas ini namun tertangkap kembali.

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
7. Lapas Pasir Putih
Lapas yang beroperasi tahun 2007 adalah Lapas terkhir, dan merupakan Lapas dengan tingkatan Super Maximum Security. 

Disini isinya napi2 kelas kakap. kebanyakan dari mereka hukuman mati atau seumur hidup. atau perlu pengamanan ekstra ketat.

Temboknya di bikin 3 lapis, tembok beton dan dinding dari kawat baja.






5 penjara yang sudah tidak aktif:

• Nirbaya di bangun tahun 1912,
• Karanganyar di bangun tahun 1912,
• Karangtengah di bangun tahun 1928,
• Gliger di bangun tahun 1929,
• Limusbuntu di bangun tahun 1935

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Kesemua penjara, di bangun di Jaman Kolonial Belanda terkecuali Penjara Kembangkuning (dibangun sesudah jaman kemerdekaaan). Semua bangunan Lapas di bangun dengan beton kurang lebih dengan ketebalan 30 cm. 

Pada masa Kolonial Belanda, Pulau Nusa Kambangan merupakan tempat pembuangan dan pengasingan. 

Di sana masih terdapat bukti2, berupa bekas bangunan rumah sakit isolasi bagi penderita penyakit kusta. Sedangkan di masa transisi antara Pemerintaah Belanda dengan pemeritah Jepang di sana merupakan tempat pembantaian bagi para tahanan Belanda.

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/Pulau Nusa Kambangan memiliki populasi penduduk kurang lebih 3.000 jiwa. Penduduk yang menetap di sana adalah staf, keluarga penjaga Lapas dan juga bekas tahanan di sana, yang menetap di sana. 

Rata2 mereka bekerja sebagai nelayan, perkebunan, penyadap karet, pemandu wisata di Pulau Nusakambangan, dan penjual cendramata bagi turis yang berkunjung ke sana.

Pada Juli 2006 Pulau Nusa Kambangan terkena dampak Tsunami, akibat gempa yang melanda Pulau Jawa & Daerah Istimewa Jogjakarta. 

11 penduduk Pulau Nusakambangan hilang, 8 orang meninggal, 15 tahanan hilang.

Selain terkenal sebagai penjara Maximum security, Pulau Nusa Kambangan menyimpan banyak kekayaan alam yang beragam, dan merupakan cagar alam dari beberapa spesies khas Jawa. 

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/Di sana terdapat 71 spesies burung yg berbeda yang dilindungi (seperti; Bangau Hitam, Bangau Tongtong, Kuntul Karang, Elang Laut perut putih, Elang Bondol dan Elang Bido), 14 spesies reptile dan beberapa mamalia (seperti; Macan Kumbang, Muncak/rusa Jawa, Lutung Jawa, Makak pemakan kepiting dan Kukang). 

Topografi kawasan Pulau Nusa Kambangan adalah pantai berkarang, hutan yang tertutup dengan semak dan tanaman tropis. 

Untuk tumbuhan yang berkembang disana terdiri dari perdu, belukar dan nipah. Di pulau ini terdapat kayu khas yang hanya terdapat di pulau ini yaitu kayu Plalar (sejenis kayu yang mempunyai kekuatan sejenis dengan kayu Kalimantan).

Pulau Nusa Kambangan dapat di tempuh dengan kapal ferry dari Pelabuhan Lomanis di Cilacap ke Pelabuhan Pelabuhan Sodong di Pulau Nusa Kambangan Selama 35 menit. 

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/Selama dalam perjalanan antara pelabuhan Lomanis dengan Pelabuhan Sodong para penumpang ferry di manjakan dengan pemandangan Pelabuhan Intan (Pelabuhan Pertamina), Segara Anakan, dan hutan Mangrove.

Pada tahun 1996 terjadi kesepakatan antara Departemen Kehakiman dengan Departemen Pariwisata untuk membuka Pulau Nusa Kambangan untuk keperluan pariwisata. 

Obyek Wisata utama disana adalah Goa Ratu dengan kedalaman 4,5 km yang berujung Pantai Selatan. Dari 4,5 km kedalaman goa hanya kurang lebih 100 m yang bisa di jelajahi, dikarenakan kadar oksigen di goa yang tidak memungkinkan. 

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Di dalam Goa Ratu terdapat stalakmit dan stalaktit dengan hiasan tekstur goa yang cukup indah, yang menghiasi goa. 

Selain itu di dalam goa terdapat Batu Gondho Mayit (Batu Bau Mayat) yang di yakini setiap Selasa dan Jumat Kliwon Tercium Bau tidak sedap. 

Di goa ratu sendiri menurut terawangan orang pintar, dihuni oleh banyak makhluk halus, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk bersemedi di sekitar goa ini.

Selain Goa Ratu terdapat obyek wisata lainnya, yaitu Pantai Permisan (dekat dengan Mercusuar Penjara Permisan. Pantai ini mempunyai pasir yang berwarna putih keabu2-an dengan beberapa karang serta rerumputan yang menghiasi. 

Mau ke Nusakambangan....??? - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Di Pantai permisan terdapat sebuah tugu komando Kopassus, dan memang daerah ini sering dipakai latihan oleh Kopassus. Menurut cerita Permisan bermakna perpisahan, di karenakan setiap orang yang masuk Penjara Permisan tidak akan kembali.

Di sebelah barat Pulau Nusa Kambangan terdapat Pulau Majeti dengan Pantai Karangbandung-nya yang berpasir putih. 

Di pulau ini terdapat dan bunga yang sangat langka dan hanya terdapat di pulau ini, yaitu bunga Wijayakusuma. Menurut kepercayaan bunga ini di kembang biakan oleh keturunan Dinasti Mataram, dan menurut mitos bunga dikatakan dapat menghidupkan orang mati.
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Sabtu, Desember 13, 2014

Suku Minangkabau....!!!

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Minangkabau atau yang biasa disingkat Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau.

Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia.

Dalam percakapan awam, orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang, merujuk kepada nama ibukota provinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang. Namun, masyarakat ini biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan urang awak (bermaksud sama dengan orang Minang itu sendiri).

Menurut A.A. Navis, Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki, serta menganut sistem adat yang khas, yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau matrilineal, walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Sedangkan Thomas Stamford Raffles, setelah melakukan ekspedisi ke pedalaman Minangkabau tempat kedudukan Kerajaan Pagaruyung, menyatakan bahwa Minangkabau adalah sumber kekuatan dan asal bangsa Melayu, yang kemudian penduduknya tersebar luas di Kepulauan Timur.

Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia. Selain itu, etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa pra-Hindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum.

Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Qur’an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Orang Minangkabau sangat menonjol di bidang perniagaan, sebagai profesional dan intelektual. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis.

Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya.

Di luar wilayah Indonesia, etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan, Malaysia dan Singapura.

Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan Masakan Padang, dan sangat digemari di Indonesia bahkan sampai mancanegara.

Etimologi
Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal di dalam tambo. Dari tambo tersebut, konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Untuk mencegah pertempuran, masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif, sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar.

Dalam pertempuran, anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut.

Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai nama Minangkabau, yang berasal dari ucapan “Manang kabau” (artinya menang kerbau). Kisah tambo ini juga dijumpai dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan juga menyebutkan bahwa kemenangan itu menjadikan negeri yang sebelumnya bernama Periaman (Pariaman) menggunakan nama tersebut.

Selanjutnya penggunaan nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari, yaitu Nagari Minangkabau, yang terletak di kecamatan Sungayang, kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, Nagarakretagama tahun 1365 M, juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya.

Sedangkan nama “Minang” (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit tahun 682 Masehi dan berbahasa Sanskerta.

Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari “Minanga”.

Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga, kata baris ke-4 (…minanga) dan ke-5 (tamvan….) sebenarnya tergabung, sehingga menjadi minangatamvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar.

Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar, yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis, yang membuktikan bahwa “tamvan” tidak ada hubungannya dengan “temu”, karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Asal-usul
Dari tambo yang diterima secara turun temurun, menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain. Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak.

Namun demikian kisah tambo ini sedikit banyaknya dapat dibandingkan dengan Sulalatus Salatin yang juga menceritakan bagaimana masyarakat Minangkabau mengutus wakilnya untuk meminta Sang Sapurba salah seorang keturunan Iskandar Zulkarnain tersebut untuk menjadi raja mereka.

Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2.500-2.000 tahun yang lalu.

Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera, menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau.

Beberapa kawasan darek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak, yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo, yang terdiri dari Luhak Limo Puluah, Luhak Agam, dan Luhak Tanah Datar.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, daerah luhak ini menjadi daerah teritorial pemerintahan yang disebut afdeling, dikepalai oleh seorang residen dan oleh masyarakat Minangkabau disebut dengan nama Tuan Luhak.

Sementara seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk, masyarakat Minangkabau menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau.

Konsep rantau bagi masyarakat Minang merupakan suatu kawasan yang menjadi pintu masuk ke alam Minangkabau. Rantau juga berfungsi sebagai tempat mencari kehidupan, kawasan perdagangan. Rantau di Minangkabau dikenal dengan Rantau nan duo terbagi atas Rantau di Hilia (kawasan pesisir timur) dan Rantau di Mudiak (kawasan pesisir barat).

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Pada awalnya penyebutan orang Minang belum dibedakan dengan orang Melayu, namun sejak abad ke-19, penyebutan Minang dan Melayu mulai dibedakan melihat budaya matrilineal yang tetap bertahan berbanding patrilineal yang dianut oleh masyarakat Melayu umumnya. Kemudian pengelompokan ini terus berlangsung demi kepentingan sensus penduduk maupun politik.

Persukuan
Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial, sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental.

Pengertian awal kata suku dalam Bahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat, sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau, dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut. Selanjutnya, setiap suku dalam tradisi Minang, diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu, dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Selain sebagai basis politik, suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga, harta, dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga.

Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah, maka harta pusaka dapat digadaikan.

Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. Sebuah paruik (perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama.

Suku-suku di Minangkabau
Seperti etnis lainnya, dalam etnis Minangkabau terdapat banyak klan yang disebut dengan istilah suku. Menurut tambo alam Minangkabau, pada masa awal pembentukan budaya Minangkabau oleh Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang, hanya ada empat suku induk dari dua kelarasan.

Suku-suku tersebut adalah :

Suku Koto
Suku Piliang
Suku Bodi
Suku Caniago

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Sedangkan kelarasan yang dimaksud adalah kelarasan koto piliang dan kelarasan bodi caniago, kelarasan disini semacam sistem kekuasaan.

Dan dalam perkembangannya kelarasan koto piliang cendrung kepada sistem aristokrat sedangkan kelarasan bodi caniago lebih kepada sistem konfederasi.

Dan jika melihat dari asal kata dari nama-nama suku induk tersebut, dapat dikatakan kata-kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta.

Sebagai contoh koto berasal dari kata kotto yang berarti benteng atau kubu, piliang berasal dari dua kata phi dan hyang yang digabung berarti pilihan tuhan, bodi berasal dari kata bodhi yang berarti orang yang terbangun, dan caniago berasal dari dua kata chana dan ago yang berarti sesuatu yang berharga.

Demikian juga untuk suku-suku awal selain suku induk, nama-nama suku tersebut tentu berasal dari bahasa Sanskerta dengan pengaruh agama Hindu dan Buddha yang berkembang disaat itu.

Suku Minangkabau....!!! - http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Sedangkan perkembangan berikutnya nama-nama suku yang ada berubah pengucapannya karena perkembangan bahasa minang itu sendiri dan pengaruh dari agama Islam dan pendatang-pendatang asing yang tinggal menetap bersama.

Suku-suku dalam Minangkabau pada awalnya kemungkinan ditentukan oleh raja Pagaruyung.

Namun sejak berakhirnya kerajaan Pagaruyung tidak ada lagi muncul suku-suku baru di Minangkabau.

Sedangkan orang Minang di Negeri Sembilan, Malaysia, membentuk 13 suku baru yang berbeda dengan suku asalnya di Minangkabau.
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Minggu, November 30, 2014

Legenda Danau Toba....!!!

Legenda Danau Toba....!!!
Seperti yang kita ketahui, Danau toba adalah danau vulkanik dimana di tengah-tengah danau ini terdapat sebuah pulau yang disebut Pulau Samosir.

Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Indonesia, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara.

Dari dulu hingga sekarang, danau ini menjadi tempat wisata yang menarik baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sedangkan untuk mayoritas penduduk di sekitar daerah danau toba adalah orang batak dengan sumber mata pencaharian sebagai petani, pedagang dan nelayan. Untuk mengetahui lebih jauh dan jelas tentang awal mula / seluk beluk / sejarah danau toba, berikut awalmula.com kutik dari berbagai sumber mengenai sejarah danau toba dan cerita rakyat awalmula danau toba.

Sejarah Danau Toba
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.

Legenda Danau Toba....!!!
Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan.

Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia.

Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India.

Legenda Danau Toba....!!!
Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul.

Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Legenda Danau Toba....!!!
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba.

Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik.

Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara.

Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu. Bukti-bukti yang ditemukan, memperkuat dugaan, bahwa kekuatan letusan dan gelombang lautnya sempat memusnahkan kehidupan di Atlantis. (Wikipedia Indonesia)

Cerita Rakyat Awal Mula Danau Toba
Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai.

Legenda Danau Toba....!!!
Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Tuhan, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”.

Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.

Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu.

Legenda Danau Toba....!!!
Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki.

Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.

Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug.

Legenda Danau Toba....!!!
Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah.

Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.

Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak.

Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.

Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba.
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Minggu, November 30, 2014

Musnahnya Majapahit....!!!

Musnahnya Majapahit....!!!
Majapahit pada abad ke-14 merupakan kekuasaan besar di Asia Tenggara. Peranannya menggantikan Kerajaan Mataram di Jawa dan Sriwijaya di Sumatra, dua kemaharajaan besar di zamannya.

Yang pertama merupakan negara Agraris, yang kedua negara maritim; kedua ciri tersebut pada dasarnya dimiliki oleh Kerajaan Majapahit.

Menurut beberapa sumber tertulis, legenda, dan cerita masyarakat, nama Majapahit diambil dari kata “buah Maja yang rasanya pahit”, sebagai tanda peringatan peristiwa dibukanya hutan Terik (Tarik) dan pembangunan pemukiman di daerah tersebut oleh Raden Wijaya.

Majapahit terletak di lembah Sungai Brantas, daerah Terik (Tarik) dipersimpangan Kali Mas dan Kali Porong, Jawa Timur, Indonesia. Jalur-jalur perhubungan terbentuk dari jejaring sungai-sungai yang sebagian besar relatif pendek.

Musnahnya Majapahit....!!!
Sungai-sungai yang paling cocok untuk hubungan jarak jauh hanyalah Sungai Berantas dan Bengawan Solo.

Tidaklah mengherankan apabila lembah-lembah kedua sungai itu merupakan pusat-pusat kerajaan besar, di antaranya Singgasari dan Majapahit yang memiliki kuasa atas wilayah yang dilalui oleh kedua aliran sungai tersebut pada abad ke-13 dan 14 Masehi.

Raden Wijaya, tokoh utama dalam sejarah Majapahit ini memiliki latar belakang yang menarik. Pararaton dan Kidung Sundayana saling melengkapi hampir dalam setiap hal, kecuali mengenai garis keturunan seorang Raden Wijaya.

Musnahnya Majapahit....!!!
Sumber utama yang dapat menjadi rujukan dalam menelusuri jejak garis keturunan beliau sebagai salah satu pewaris Wangsa Rajasa yang dibangun oleh Ken Angrok (Ken Arok).

Hanya Pararaton, yang menyatakan bahwa Raden Wijaya berasal dari garis Dyah Lembu Tal, sementara Kidung Sundayana memaparkan Dyah Lembu Tal memiliki darah atau garis keturunan Sunda.

Jayakatwang (Jayakatong), seorang raja bawahan yang berkuasa di Gelang gelang mengambil alih kekuasaan Singasari.

Jayakatwang melakukan pemberontakan terhadap Singasari, tepat setelah ekspedisi Pamalayu diberangkatkan oleh Kertanagara.

Kertanagara sendiri gugur dalam peristiwa ini (1292). Sementara itu dalam waktu yang hampir bersamaan, di tahun meninggalnya Kertanagara, di China, Kaisar Dinasti Yuan, Kaisar Shizu (Kubilai Khan) mengirimkan ekspedisi untuk membalas pengusiran utusannya yang terdahulu ke Tanah Jawa.

Musnahnya Majapahit....!!!
Kronik Cina mencatat bahwa kekekalahan bala tentara Mongol oleh orang-orang Jawa hingga kini tetap dikenang dalam sejarah Cina. Sebelumnya mereka nyaris tidak pernah kalah di dalam peperangan melawan bangsa mana pun di dunia.

Selain di Jawa, pasukan Kublai Khan juga pernah hancur saat akan menyerbu daratan Jepang.

Akan tetapi kehancuran ini bukan disebabkan oleh kekuatan militer bangsa Jepang, melainkan oleh terpaan badai sangat kencang yang memporak-porandakan armada kapal kerajaan dan membunuh hampir seluruh prajurit Mongol di atasnya.

Raden Wijaya kemudian mendirikan sebuah kerajaan baru yang dinamakan Wilwatikta (sinonim untuk Majapahit dalam bahasa Sansekerta). Nagarakretagama dan Pararaton sependapat bahwa Raden Wijaya menobatkan diri sebagai raja dari sebuah kerajaan baru bernama Majapahit pada tahun 1294.

Musnahnya Majapahit....!!!
Ia dinobatkan dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. dan wangsa yang didirikan oleh Raden Wijaya (Nararya Sangramawijaya), tidak bernama Wijaya-Wangsa, melainkan memakai Dinasti Rajasawangsa seperti terbukti dari piagam Sri Kertarajasa Jayawardhana pada tahun 1305, lempengan satu baris yang bunyinya:

Rajasa-Wangsa, penolong orang utama, pahlawan gagah berani dalam peperangan ….

Dengan kata lain, Nararya Sanggramawijaya tidak mendirikan Rajawangsa baru yang disebut dengan unsur namanya, melainkan melanjutkan wangsa dari Kerajaan Singasari yang terputus oleh Jayakatwang pada 1292 M.

Nama abhiseka (penobatan) Nararya Sanggramawijaya (Sri Kertarajasa Jayawardhana) mengandung unsur Rajasa (nama pendiri Singasari). Dengan jalan demikian, Nararya Sanggramawijaya menunjukkan kesetiaan terhadap leluhurnya, Singasari.

Masa-masa awal Kerajaan Majapahit diwarnai beberapa peristiwa yang kemudian dicatat sebagai pemberontakan pada masanya. Ranggalawe dan Lembu Sora adalah yang pertama, disusul oleh Nambi, kemudian Ra Kuti dan Ra Semi, dan yang terakhir tercatat adalah Ra Tanca dalam Pararaton.

Musnahnya Majapahit....!!!
Tribhuwanatunggadewi adalah penguasa ketiga Majapahit (1328-1351). 

Pemerintahan Tribhuwanatunggadewi terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit. Peristiwa Sumpah Palapa kemudian masuk ke dalam catatan sejarah Majapahit atas visi perluasan cakrawala kekuasaan pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi.

Dalam Pararaton disebutkan bahwa Sumpah Palapa diucapkan oleh Gajah Mada (dengan wewenang Tribhuwanatunggadewi) saat dilantik sebagai rakryan patih, Patih Amangkubhumi Majapahit tahun 1334M.

Pada 1350 M, putra mahkota Hayam Wuruk dinobatkan menjadi raja keempat Majapahit, bergelar Maharaja Sri Rajasanagara, juga dikenal dengan nama Bhra Hyang Wekasing Sukha.

Hayam Wuruk merupakan kumaraja (raja muda) ketika ibunya, Tribhuwanatunggadewi, masih memerintah. Hayam Wuruk mendapat daerah Jiwana sebagai sebagai daerah lungguh-nya (daerah kekuasaan).

Masa-masa setelah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk merupakan masa kemunduran kekuasaan Kerajaan Majapahit. Pertikaian keluarga, dendam yang berkelanjutan, perubahan politik dan perekonomian dunia internasional, secara tidak langsung mengakibatkan melemahnya kerajaan ini, yang bukan disebabkan oleh serbuan langsung dari bangsa lain yang menduduki Pulau Jawa.

Musnahnya Majapahit....!!!
Perang Paregreg tercatat merupakan peperangan yang terjadi di antara Istana Barat yang dipimpin Wikramawardhana, melawan Istana Timur yang dipimpin Bhre Wirabhumi.

Perang ini terjadi pada 1404-1406 M dan menjadi penyebab utama kemunduran Majapahit. disamping penyerangan lainnya yang dilakukan oleh Bala tentara Demak.

Kerajaan Majapahit melemah kemudian”Sirna Ilang Kertaning Bhumi” (Musnah Hilang ).

Keagungan Negeri: 1400 Saka /1487 M). Tahun inilah yang dipercaya sebagai tahun “keruntuhan” Majapahit.
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Minggu, November 30, 2014

Kerajaan Kalingga....!!!

Kerajaan Kalingga....!!!
Mengenai keberadaan kerajaan Kalingga sampai saat ini menjadi sebuah perdebatan yang tidak ada akhirnya. Sebagian orang meyakini bahwa Kerajaan Kalingga berada di India dan sebagian lagi mengatakan ada di Pulau Jawa (Indonesia).

Terlepas dari semua itu, yang jelas bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa di Jawa pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Ho-ling (berdasarkan sumber berita Cina) yang bertempat di Cho-po (Jawa).

Selain kronik Cina, sumber yang memuat data mengenai keberadaan kerajaan ini adalah Prasasti Tuk Mas. Pendapat bahwa yang dimaksud dengan kerajaan Ho-ling adalah kerajaan Kalingga yang berada di Jawa Tengah dikemukakan oleh Prof. Krom.

Ratu Shima yang Tegas
Berdasarkan sumber dari Dinasti Tang (618 – 908), Kerajaan Ho-ling diperkirakan terletak di Cho-po (Jawa, tepatnya jawa Tengah) dan keberadaannya diperkirakan sudah ada sejak abad ke-6 Masehi.

Kronik zaman Dinasti Tang menyebutkan bahwa pada 674 Kerajaan Ho-ling diperintah oleh Ratu Shima (sebagian menulisnya Sima), yang dikenal sebagai raja yang patuh menjalankan hukum kerajaan; bahkan diceritakan, barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.

Disebutkan bahwa ratu ini seorang pemimpin yang tegas, jujur dan bijaksana, serta melaksanakan hukum dengan tegas. Ketegasannya dalam menerapkan keadilan ditampilkan dengan cara menguji kejujuran rakyat Kanjuruhan.

Diceritakan, ada seorang utusan yang datang dari Arab dan menaburkan uang di tengah jalan. Selama hampir tiga tahun tidak ada yang berani mengambil uang tersebut. Suatu hari putra mahkota menyentuh uang tersebut dengan kakinya.

Mendengar berita tersebut Ratu sangat marah dan memerintahkan agar putra mahkota dipenggal lehernya. Hukuman penggal leher akhirnya dibatalkan setelah ada permohonan dari para pembesar kerajaan. Menurut para pembesar kerajaan yang menyentuh uang tersebut adalah kakinya, oleh karena itu yang dipotong bukan bukan leher melainkan kakinya.

Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa raja dan rakyat Kalingga merupakan negara yang taat hukum, yang dipakai sebagai pedoman hidup bagi mereka dalam bernegara dan beragama. Dengan kepatuhan terhadap hukum, kerajaan Kalingga mendapatkan ketentraman dan kemakmuran.

Daerah wilayah kekuasaan Kerajaan Kalingga meliputi 28 wilayah. Menurut Rouffaer, dalam menjalankan pemerintahannya raja dibantu oleh 32 orang menteri, empat orang duduk di pusat kerajaan dan 28 orang lainnya berada di daerah-daerah.

Perutusan ke Negeri Cina
Selanjutnya kronik Dinasti Tang menyebutkan bahwa Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan ke negeri Cina pada 647 sampai 666. Kemudian kerajaan ini mengirim utusan lagi pada 818 dan sesudah itu diberitakan tidak pernah mengirim utusan lagi ke Cina. Pengiriman utusan dari Ho-ling ke Cina diperkirakan merupakan sebuah bentuk diplomasi antardua kerajaan. Seperti diketahui bahwa pada abad ke-7 dan seterusnya, dinasti-dinasti Cina senantiasa menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Pengiriman duta Ho-ling ke Cina menunjukkan bahwa orang-orang Nusantara sudah mampu mengarungi samudra dan laut lepas. Kemampuan mengarungi samudra tentunya harus dibekali oleh kemampuan lainnya seperti ilmu pembuatan kapal, ilmu perbintangan atau astronomi, cara mengawetkan makanan, dan lain-lain. Hal ini menjadi bekal kuat bagi orang-orang Nusantara untuk menjalin aktivitas ekonomi dan menggalang kekuatan politik dengan bangsa atau kerajaan lain di seberang laut.

Kerajaan Kalingga....!!!
Pendeta Buddha Jnanabhadra
Berita dari seorang pendeta Buddha dari Cina bernama I-Tsing menyatakan bahwa pada 664 seorang bernama Hwi-ning datang ke Ho-ling dan tinggal di tempat itu selama tiga tahun (664-667).

Dengan bantuan seorang pendeta Ho-ling yang bernama Yoh-na-po-t’o-lo (kemungkinnan besar pelafalan Cina untuk Jnanabhadra) ia menerjemahkan kitab suci Buddha Hinayana.

Nama Jnanabhadra sendiri berasal dari sebuah prasasti bertarikh 650 Masehi yang ditulis dengan huruf Pallawa berbahasa Sansekerta, ditemukan di Tuk Mas di Desa Dakawu (kini termasuk Grabag, Magelang) di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Isi prasasti adalah pujian kepada mata air yang keluar dari gunung yang menjadikan sebuah sungai bagaikan Sungai Gangga. Di atas tulisan prasasti tersebut dipahatkan gambar leksana dan alat-alat upacara berupa cakra, sangkha, trisula, kundi, kapak, gunting, dolmas, stap, dan empat bunga fatma. Benda-benda ini jelas merupakan sembahan penganut Siwa. Berikut terjelamahan prasasti tersebut:

Mata air yang airnya jernih dan dingin ini ada yang keluar dari batu atau pasir ke tempat yang banyak bunga tanjung putih, serta mengalir ke sana-sini. Sesudah menjadi suatu kemungkinan mengalir seperti sungai Gangga.

Kehidupan Masyarakat
Kronik Dinasti Tang memberitakan bahwa daerah yang disebut Ho-ling menghasilkan kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading gajah. Penduduk membuat benteng-benteng dari kayu dan rumah mereka beratap daun kelapa. Mereka sudah pandai membuat minuman dari air bunga kelapa (mungkin tuak). Bila makan mereka tidak menggunakan sendok atau sumpit, melainkan menggunakan tangan.

Keberadaan kerajaan Kalingga tentunya tidak akan terlepas dari keberadaan Ratu Shima, yang memerintah sekitar tahun 674 M. Dalam memerintah Ratu Sima digambarkan sebagai pemimpin yang “keras” demi menjalankan hukum kerajaan. Kerajaannya dikelilingi oleh pagar kayu. Tempat tinggal raja berupa rumah tingkat yang beratap, tempat duduk raja berupa paterana gading.


Sumber: wacananusantara.org
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Minggu, November 23, 2014

Kehidupan Suku Tengger....!!!

Kehidupan Suku Tengger....!!!
Rona wajah yang memerah, kain sarung yang selalu dililitkan dilehernya, serta kupluk yang menjadi penutup kepala merupakan ciri khas Suku Tengger yang merupakan hasil adaptasi dari suhu gunung bromo yang begitu dingin.

Suku Tengger merupakan sebuah suku yang tinggal didaerah pedalaman pegunungan bromo yang menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.

Keberadaan Suku Tengger berdasarkan legenda yang memasyarakat, suku tengger berasal dari keturunan Roro Anteng dan Joko Seger, nama “Tengger” sendiri diambil dari akhiran “Teng” dari Roro Anteng dan “Ger” dari Joko Seger.

Suku tengger merupakan penduduk asli jawa yang pada saat itu hidup pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Saat masuknya Islam ke pulau jawa terjadi persinggungan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di pulau jawa, yang salah satunya kerajaan majapahit yang merasa terdesak dengan kedatangan pengaruh Islam, kemudian melarikan diri ke wilayah Bali dan pedalaman Gunung Bromo serta Semeru. Pasangan Roro Anteng dan Joko Seger yang melarikan diri ke pedalaman Bromo, kemudian menjadi penguasa daerah tersebut dan diberi nama “Tengger”.

Kehidupan Suku Tengger....!!!
Warga Tengger pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani sayuran. Kesuburan lahan di lereng-lereng perbukitan dengan kemiringan yang terjal ini tidak terlepas dari kondisi pegunungan Tengger yang berada di antara dua gunung yang masih aktif, Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Pertanian yang mereka hasilkan dijual keluar desanya dengan bantuan pengepul yang yang datang dari Probolinggo, Pasuruan bahkan dari Surabaya datang untuk membeli hasil pertanian dari peggunungan tengger.

Selain bertani, ada sebagian masyarakat Tengger yang berprofesi menjadi pemandu wisatawan di Bromo. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan kuda yang mereka miliki untuk disewakan kepada wisatawan.

Bahasa yang biasa di pergunakan merupakan bahasa jawa kuno yang diyakini sebagai dialek asli orang Majapahit. Suku Tengger merupakan salah satu sub kelompok orang Jawa yang mengembangkan variasai budaya yang khas.

Kehidupan Suku Tengger....!!!
Kekhasan ini bisa dilihat dari bahasanya, dimana mereka menggunakan bahasa Jawa dialek tengger, tanpa tingkatan bahasa sebagaimana yang ada pada tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa pada umumnya.

Masyarakat tengger mayoritas memeluk agama Hindu, namun agama Hindu yang dianut bukan Hindu Dharma seperti yang ada di Bali, Hindu yang berkembang di masyarakat tengger adalah Hindu Mahayana.

Bagi suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada (Kasodo). Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo.

Suku Tengger kaya akan kepercayaan dan upacara adat, diantaranya ialah:

Kehidupan Suku Tengger....!!!
Upacara Adat Karo : Dilakukan pada bulan Puso, yang merupakan hari raya terbesar masyarakat Tengger, tujuan penyelenggaraan upacara karo adalah Mengadakan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa dan menghormati leluhurnya, memperingati asal usul manusia, untuk kembali pada kesucian.

Upacara Pujan Kapat : Jatuh pada bulan keempat menurut tahun saka, bertujuan untuk memohon berkah keselamatan serta selamat kiblat, yaitu pemujaan terhadap arah mata angin.

Upacara Pujan Kawolu : Jatuh pada bulan kedelapan tahun saka. Masyarakat mengirimkan sesaji ke kepala desa, dengan tujuan untuk keselamatan bumi, air, api, angin, matahari, bulan dan bintang.

Upacara Pujan Kasanga : Jatuh pada bulan sembilan tahun saka. Masyarakat berkeliling desa dengan membunyikan kentongan dengan membawa obor. Tujuan upacara ini adalah memohon kepada Sang Hyang Widi Wasa untuk keselamatan Masyarakat Tengger.

Kehidupan Suku Tengger....!!!
Upacara Pujan Kasada : Upacara ini disebut juga sebagai Hari Raya Kurban. Biasanya lima hari sebelum upacara Yadnya Kasada.

Upacara Bari’an : Upacara ini dilakukan setelah terjadi bencana alam, dilaksanakan 5-7 hari setelah bencana itu terjadi. Upacara Bari’an juga dilaksanakan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widi.

Upacara Unan-unan : Diadakan hanya setiap lima tahun sekali. Tujuannya untuk melalukakan penghormatan terhadap Roh Leluhur. Dalam upacara ini selalu diadakan penyembelihan binatang ternak yaitu Kerbau. Kepala Kerbau dan kulitnya diletakkan diatas ancak besar yang terbuat dari bambu, diarak ke sanggar pamujan.

Upacara Entas-entas : Dimaksudkan untuk menyucikan arwah (roh) orang yang telah meninggal dunia supaya orang tersebut masuk surga, dilakukan pada hari ke 1000 setelah orang tersebut meninggal.
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Minggu, November 23, 2014

Mengenal Kapitan Pattimura....!!!

Mengenal Kapitan Pattimura....!!!
Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783.

Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut.

Namun beliau akhirnya tertangkap. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

Perlawanan sejati ditunjukkan oleh pahlawan ini dengan keteguhannya yang tidak mau kompromi dengan Belanda.

Beberapa kali bujukan pemerintah Belanda agar beliau bersedia bekerjasama sebagai syarat untuk melepaskannya dari hukuman gantung tidak pernah menggodanya. Beliau memilih gugur di tiang gantung sebagai Putra Kesuma Bangsa daripada hidup bebas sebagai penghianat yang sepanjang hayat akan disesali rahim ibu yang melahirkannya.

Dalam sejarah pendudukan bangsa-bangsa eropa di Nusantara, banyak wilayah Indonesia yang pernah dikuasai oleh dua negara kolonial secara bergantian. Terkadang perpindahtanganan penguasaan dari satu negara ke negara lainnya itu malah kadang secara resmi dilakukan, tanpa perebutan. Demikianlah wilayah Maluku, daerah ini pernah dikuasai oleh bangsa Belanda kemudian berganti dikuasai oleh bangsa Inggris dan kembali lagi oleh Belanda.

Thomas Matulessy sendiri pernah mengalami pergantian penguasaan itu. Pada tahun 1798, wilayah Maluku yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda berganti dikuasai oleh pasukan Inggris. Ketika pemerintahan Inggris berlangsung, Thomas Matulessy sempat masuk dinas militer Inggris dan terakhir berpangkat Sersan.

Namun setelah 18 tahun pemerintahan Inggris di Maluku, tepatnya pada tahun 1816, Belanda kembali lagi berkuasa. Begitu pemerintahan Belanda kembali berkuasa, rakyat Maluku langsung mengalami penderitaan. Berbagai bentuk tekanan sering terjadi, seperti bekerja rodi, pemaksaan penyerahan hasil pertanian, dan lain sebagainya.

Tidak tahan menerima tekanan-tekanan tersebut, akhirnya rakyat pun sepakat untuk mengadakan perlawanan untuk membebaskan diri. Perlawanan yang awalnya terjadi di Saparua itu kemudian dengan cepat merembet ke daerah lainnya diseluruh Maluku.

Di Saparua, Thomas Matulessy dipilih oleh rakyat untuk memimpin perlawanan. Untuk itu, ia pun dinobatkan bergelar Kapitan Pattimura. Pada tanggal 16 mei 1817, suatu pertempuran yang luar biasa terjadi. Rakyat Saparua di bawah kepemimpinan Kapitan Pattimura tersebut berhasil merebut benteng Duurstede. Tentara Belanda yang ada dalam benteng itu semuanya tewas, termasuk Residen Van den Berg.

Pasukan Belanda yang dikirim kemudian untuk merebut kembali benteng itu juga dihancurkan pasukan Kapitan Pattimura. Alhasil, selama tiga bulan benteng tersebut berhasil dikuasai pasukan Kapitan Patimura. Namun, Belanda tidak mau menyerahkan begitu saja benteng itu.

Belanda kemudian melakukan operasi besar-besaran dengan mengerahkan pasukan yang lebih banyak dilengkapi dengan persenjataan yang lebih modern. Pasukan Pattimura akhirnya kewalahan dan terpukul mundur.

Di sebuah rumah di Siri Sori, Kapitan Pattimura berhasil ditangkap pasukan Belanda. Bersama beberapa anggota pasukannya, dia dibawa ke Ambon. Di sana beberapa kali dia dibujuk agar bersedia bekerjasama dengan pemerintah Belanda namun selalu ditolaknya.

Akhirnya dia diadili di Pengadilan kolonial Belanda dan hukuman gantung pun dijatuhkan kepadanya. Walaupun begitu, Belanda masih berharap Pattimura masih mau berobah sikap dengan bersedia bekerjasama dengan Belanda.

Satu hari sebelum eksekusi hukuman gantung dilaksanakan, Pattimura masih terus dibujuk. Tapi Pattimura menunjukkan kesejatian perjuangannya dengan tetap menolak bujukan itu. Di depan benteng Victoria, Ambon pada tanggal 16 Desember 1817, eksekusi pun dilakukan.

Kapitan Pattimura gugur sebagai Pahlawan Nasional. Dari perjuangannya dia meninggalkan pesan tersirat kepada pewaris bangsa ini agar sekali-kali jangan pernah menjual kehormatan diri, keluarga, terutama bangsa dan negara ini.
0 komentar
Written by: Poerwalaksana
Indonesia, Updated at: Minggu, November 23, 2014
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger