Indonesia

Indonesia

Menari Tor-tor di Pulau Samosir...!!!

Menari Tor-tor di Pulau Samosir
Malaysia berencana menjadikan Tari Tor-tor sebagai warisan kebangsaan. Namun, tarian ini sudah menjadi ciri khas suku Batak sejak 500 tahun silam. Menari Tor-tor di Pulau Samosir, Sumatera Utara, adalah magnet wisatawan.

Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumut, sudah sejak 500 tahun lalu menyuguhkan tarian ini. Tari Tor-tor digunakan untuk acara oni ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Kini, tari Tor-tor juga digunakan untuk menyambut turis.

Menari Tor-tor bersama Sigale-gale di Pulau Samosir! Itulah tujuan utama setiap wisatawan yang berpelesiran ke Sumatera Utara.

Nah, untuk merasakan nuansa mistis tarian Tor-tor, traveler bisa mengunjungi Desa Simanindo di Kabupaten Samosir dan menari bersama sigale-gale. Sigale-gale adalah patung menari yang dibuat karena kesedihan seorang raja yang kehilangan putra laki-lakinya.

Lama perjalanan sekitar 1 jam dari Prapat dengan panorama alam Danau Toba yang eksotis akan mengantarkan wisatawan ke pelataran Simanindo. Selanjutnya, Anda harus berjalan sekitar 100 meter menuju Museum Huta Bolon, tempat di mana Sigale-gale diletakkkan. Setiap harinya, banyak wisatawan lokal dan asing yang datang dan ingin menyaksikan langsung atraksi seni ini.

Menari Tor-tor di Pulau Samosir
Saat tiba di Museum Huta Bolon, mata Anda akan langsung disambut dengan patung kayu berwarna coklat gelap yang berdiri tegap di depan rumah Huta. Patung kayu berparas pria ini pun lengkap menggunakan ulos dan pakaian khas suku Batak. Ya, ini dia yang dinamakan Sigale-gale.

Patung yang umumnya terlihat agak menyeramkan ini pun menjadi objek foto para wisatawan. Setiap harinya, Sigale-gale akan menghibur para traveler yang datang. Patung ini pun menari dengan gerakkan yang tak jauh berbeda dengan Tari Tor-tor. Eits, tenang saja patung ini tidak bergerak sendiri melainkan digerakkan oleh salah satu penari pengiringnya. Para penari yang mengiringi Sigale-gale pun turut menggerakkan tubuhnya dengan menari Tor-tor.

Gerakan khas jari-jemari tangan dan kaki menjinjit penari Tor-tor membuat tarian ini terlihat sederhana dan unik. Alunan musik tradisional Batak hasil pukulan ogung (gong), petikan hasapi (kecapi), tiupan tulila (terompet kecil khas Batak), dan beberapa alat musik lain membentuk harmoni klasik mengiringi keindahan gerak kaku para penari.

Menari Tor-tor di Pulau Samosir
Di sela pertunjukkan Tari Tor-tor dan Sigale-gale, penari akan mengajak wisatawan untuk ikut menari bersama. Sesi ini pun menarik semangat para turis yang menyaksikan pertunjukkan unik ini.

Untuk ikut menari, wisatawan harus mendapatkan kain ulos yang juga ingin dimiliki oleh wisatawan lainnya. Senyuman, teriakan khas para pemain musik, dan kebersamaan yang intim antara penari adat dengan para pengunjung membuat pertunjukkan ini menjadi buah tangan pengalaman di hati wisatawan.

Sebelum meninggalkan museum yang merupakan rumah adat warisan Raja Sidauruk, traveler akan mendapat kenang-kenangan. Para traveler diberikan kesempatan untuk berfoto bersama penari dan si Gale-gale. Wah!
Tari Tor-tor dan Sigale-gale ini hanyalah salah satu keragaman budaya Indonesia yang memukau dunia. Inilah tugas bersama masyarakat Indonesia untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa.

SETIAP HARI BANYAK WISATAWAN YANG DATANG UNTUK MENYAKSIKAN TARI TOR-TOR DAN SIGALE-GALE (CALVIN DAMAS EMIL/ACI)

Menari Tor-tor di Pulau Samosir...!!! | Indonesia | Semua tentang Indonesia

Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment