Indonesia

Indonesia

Tempoyak.., Kuliner khas Jambi....!!!

Tempoyak.., Kuliner khas Jambi....!!!
Tempoyak dikenal di Indonesia (terutama di Palembang Sumatera dan Kalimantan), serta Malaysia. 

Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri). 

Selain itu, tempoyak lebih sering dijadikan bumbu masakan. 

Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. 

Adonan tempoyak dibuat dengan cara menyiapkan daging durian, baik durian lokal atau maupun durian monthong (kurang bagus karena terlalu banyak mengandung gas dan air). 

Durian yang dipilih diusahakan agar yang sudah masak benar, biasanya yang sudah nampak berair. Kemudian daging durian dipisahkan dari bijinya, setelah itu diberi sedikit garam. Setelah selesai, lalu ditambah dengan cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan memengaruhi rasa akhir.

Setelah proses di atas selesai, adonan disimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Diusahakan untuk disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezer-nya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat.

Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah asam namun masih ada rasa manisnya. Sambal tempoyak biasanya dipadukan dengan ikan Teri, ikan mas, ikan mujair ataupun ikan-ikan lainnya. 

Resep Tempoyak

Bahan:
1 buah ikan patin segar, bersihkan, belah 2 bagian
2 batang serai dikeprak
2 lembar daun salam
6 cm laos, dikeprak bagi 2
4 lembar daun pisang untuk pembungkus ( 1 bagian ikan dibungkus 2 lembar)
4 buah tusuk sate kecil/lidi/tusuk gigi (bisa juga menggunakan penusuk yang lain)

Tempoyak
Haluskan :
10 buah cabe merah + 5 buah cabe rawit
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
6 butir bawang merah
1 butir bawang putih
Garam, gula, vetsin, sedikit saja.

Cara :
1. Haluskan bahan-bahan di atas (kalau mau, laos dihaluskan juga boleh), lalu ambil sedikit tempoyak yang sudah jadi, campurkan dengan bumbu halus itu.
2. Cicip, sudah pas atau tidak, manis dan asinnya (pasti asamnya sudah pas karena dari tempoyaknya)
3. Ambil 2 lembar daun (godong) untuk membungkus, taruh bumbu halus, lalu taruh 1 bagian ikan, lumuri lagi ikan dengan bumbu, beri 1 batang serai, 1 lbr salam, lalu bungkus dan sematkan lidi.
4. Lakukan hal yang sama dengan 1 bagian ikan yang lain, jadi bumbu halusnya dibagi 2 saja.
5. Diamkan semalaman di kulkas, besoknya, dikukus sampai matang +/- 20 menit, api sedang, lalu taruh di teflon, panggang sebentar saja, agar kering,
siap dihidangkan.

Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design, Business Enthusiast, Start Up Enthusiast, Speaker and Writer. Inspired to make things looks better.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment