Indonesia

Indonesia

Rabeg..., Makanan Khas Banten....!!!

Rabeg..., Makanan Khas Banten....!!! | http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Jika Anda berkunjung ke Banten, tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi makanan khas dari daerah ini yang konon dahulu adalah hidangan untuk para sultan Banten. 

Warga menyebut makanan itu dengan nama rabeg. Bahan baku utamanya adalah daging dan jeroan kambing. 

Rasanya manis pedas seperti semur bercampur tongseng, tetapi kaya akan rempah-rempah.

Bumbu rempah-rempah yang paling menonjol adalah jahe dan lada, dengan sedikit rasa cabai merah. salah satu makanan khas yang pedas ini bisa mengobati rasa pening setelah berpanas-panas keliling Banten. 

Jangan khawatir tekanan darah naik karena biasanya warung makan juga menyediakan acar atau lalap mentimun untuk menemani menu rabeg.

Walaupun konon dahulu rabeg adalah makanan atau hidangan untuk para sultan, saat ini rabeg sudah menjadi menu khas masyarakat, terutama daerah Serang dan Cilegon, yang biasanya disajikan pada saat pesta dan acara selamatan, terutama pada selamatan akikah kelahiran anak. 

Saat ini, rabeg juga menjadi menu makanan yang disajikan di sejumlah warung atau rumah makan. Agak sulit untuk menemukan rabeg karena hanya ada beberapa rumah makan khusus rabeg di Serang. 

Untuk bisa mencicipi satu porsi makanan Sultan Banten ini, Anda cukup menyediakan uang Rp 10.000-Rp 15.000. Harga sebesar itu sudah termasuk menu lengkap yang terdiri atas nasi, acar mentimun, dan teh hangat.

RESEP RABEG,  Makanan Khas Banten....!!!:
Bahan:
1 kg daging kambing dan tulang iga
(bisa juga memakai sampil, yaitu tulang paha belakang kambing yang ada sumsumnya)
Bumbu:
100 g bawang merah
100 g bawang putih
3 sdm lada putih
10 buah cabai rawit
1 butir biji pala
2 cm lengkuas
2 cm jahe
3 cm kayumanis
5 sdm kecap manis (atau gula merah)
1 batang sereh, memarkan
3 lembar daun salam

Cara membuat:
Rajang bawang merah dan bawang putih. Memarkan jahe, lengkuas, dan biji pala.
Tumis semua bumbu - kecuali daun salam dan sereh - sampai harum.
Rebus daging dan tulang kambing dengan daun salam dan sereh. Agar masakan tidak menjadi prengus, pakai air dingin untuk merebus, dengan api sedang. Buang buih yang muncul di permukaan.
Setelah daging matang - tetapi belum empuk - keluarkan dan tiriskan.
Sisa rebusan dipakai untuk merebus tumisan bumbu.
Potong-potong daging dan tulang iga, masukkan kembali ke dalam masakan.
Masak sampai daging empuk dan bumbu meresap dan kental.



Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment