Indonesia

Indonesia

Wow..., Tas anti jambret buatan anak SD dari Indonesia....!!!

Wow..., Tas anti jambret buatan anak SD dari Indonesia....!!!
Anak SD bernama Firman fathoni yang sekarang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya inilah yang memiliki ide dan membangun tas anti jambret yang mendapatkan penghargaan ICT award tahun 2015. 

Seorang bocah SD berusia 12 tahun yang menciptakan Anti-theft Security System pada tas. Bukan ilmuwan ternama ataupun lembaga research besar yang berkecimpung di bidang teknologi. 

Tentu saja hal ini adalah hal yang sangat membanggakan tidak hanya bagi sekolah dimana Firman bersekolah atau bagi orang tuanya saja namun juga bagi seluruh negeri. Mungkin banyak orang yang tidak perduli dengan hal ini namun hal itu tidak merubah fakta bahwa apa yang dicapai Firman adalah sebuah hal yang sangat besar. 

Firman Fathoni dengan Alat Anti Jambretnya Penciptaan tas ini bukanya tanpa alasan, alat ini diciptakan karena tas kakak kandung firman yang dijambret dan akhirnya kehilangan banyak barang berharga miliknya. 

Dengan semangat tersebut, lalu Firman memikirkan sebuah cara dimana saat tas kita dijambret, maka kita akan bisa melacak dimana tas itu berada secara real time. Hal ini tentu saja adalah sebuah pemikiran cerdas yang mungkin orang dewasa saja tidak memikirkan sampai kesana. Dengan ide seperti itu, firman mengembangakan alat ini hanya dalam waktu dua bulan saja. 

Masa Percobaan 
Konsep dasar dari alat ini adalah sistem pelacakan yang membuat si pemilik tas bisa tahu dimana tas mereka saat sudah dijambret. 

Alat ini bisa dikoneksikan via Bluetooth dengan Smartphone kita. Tidak masalah apakah itu ponsel Android murah ataupun iPhone yang berharga belasan jutaan rupiah, selama memiliki koneksi Bluetooth, maka alat ini akan bisa digunakan.  

Dalam masa percobaan, jangkauan alat ini masih di dalam jarak 5 meter. Namun hal ini tentu saja akan bisa ditingkatkan dengan pengembangan lebih lanjut. 

Pengembangan dan Produksi 
Kabar membahagiakan datang dari berbagai pabrikan nasional yang siap memproduksi alat ini secara masal. 

Sudah ada banyak pabrikan lokal yang menawarkan Firman kontrak untuk memproduksi alat ini. Dengan infestasi besar yang sudah disiapkan oleh beberapa pabrikan besar nasional, tentunya alat ini memiliki peluang besar untuk menjadi lebih baik. 

Endik Setiawan selaku guru firman dan penanggung jawab Robotika sekolah Firman mengatakan bahwa alat ini nantinya akan diproduksi secara masal dengan harga di kisaran 300 ribu rupiah. Apa yang dicapai oleh Firman adalah sebuah prestasi besar yang patut dibanggakan. 

Hal ini menandakan bahwa secara kecerdasan, bangsa Indonesia tidak kalah dari asing. Yang dibutuhkan saat ini adalah pengayoman dari fihak-fihak yang memang bertanggung jawab. Jangan sampai karya-karya besar seperti apa yang telah dicipatakan Firman dan karya lain yang akan datang justru disepelekan dan akhirnya direnggut oleh investor asing.






Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design, Business Enthusiast, Start Up Enthusiast, Speaker and Writer. Inspired to make things looks better.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment