Flora Identitas Bali: Majegau (Dysoxylum densiflorum) ...!!!

Majegau yang dalam bahasa latin disebut Dysoxylum densiflorum merupakan flora (tumbuhan) identitas provinsi Bali
Majegau yang dalam bahasa latin disebut Dysoxylum densiflorum merupakan flora (tumbuhan) identitas provinsi Bali mendampingi jalak bali sebagai fauna identitas. Pohon majegau yang sering disebut juga sebagai cempaga merupakan anggota famili Maleaceae (suku mahoni-mahonian). Tanaman ini memiliki kualitas kayu yang baik sehingga di Bali banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan (terutama bangunan-bangunan suci) dan sebagai bahan kerajinan ukiran.

Majegau dikenal dengan beberapa nama yang berbeda di berberapa daerah di Indonesia seperti kapinango, maranginan, pingku (Sunda), cempaga, cepaga, kraminan (jawa), majegau (Bali), ampeuluh, kheuruh (Madura), Tumbawa rendai, tumbawa rintek (Minahasa). Dalam bahasa ilmiah (latin) tanaman ini disebut sebagai Dysoxylum densiflorum yang bersinonim dengan Dysoxylum elmeri dan Dysoxylum trichostylum.

Ciri-ciri dan Persebaran. Majegau atau cempaga merupakan pohon berkayu dengan ketinggian mencapai 40 meter dan dengan diameter hingga 1,2 meter. Kayunya berat, keras namun berserat halus dengan warna coklat kuning muda hingga merah muda atau coklat-merah muda, mengkilap. Daun majegau berbentuk lanset lonjong. Buahnya berbentuk bulat telur dengan panjang antara 3-6 cm.

Pohon majegau yang ditetapkan menjadi flora identitas provinsi Bali tersebar mulai dari Laos, China, Thailand, Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Pohon bernama latin Dysoxylum densiflorum ini dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.700 meter dpl.

Majegau mempunyai batang yang keras dan awet. Lantaran itu, di Bali, tanaman batang tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan pura, tiang rumah dan sebagai bahan kerajinan ukir-ukiran.

Batang majegau dipercaya sebagai simbolisasi Bhatara Sadasiwa, sehingga sering digunakan dalam upacara manusa yadnya, yaitu suatu upacara suci atau pengorbanan suci yang bertujuan untuk memelihara hidup dan membersihkan lahir bathin manusia.

Kayu majegau juga sering digunakan sebagai kayu bakar upacara karena memiliki bau yang harum. Selain itu, majegau juga berpotensi sebagai obat, khususnya untuk mengobati penyakit sulit buang air, meskipun untuk itu masih membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

Flora, Flora Indonesia, Majegau (Dysoxylum densiflorum), Flora Identitas Bali


Sumber : http://alamendah.wordpress.com
Terimakasih telah membaca artikel Flora Identitas Bali: Majegau (Dysoxylum densiflorum) ...!!! Anda boleh menyebar luaskan atau mempublikasikannya jika artikel Flora Identitas Bali: Majegau (Dysoxylum densiflorum) ...!!! ini sangat bermanfaat bagi anda, Namun jangan lupa untuk meletakkan Link : http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/2012/04/flora-identitas-bali-majegau-dysoxylum.html Sebagai sumbernya. Terima Kasih.
indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com | Indonesia | Semua Tentang Indonesia
Share this article :
Comments
0 Comments

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger