Indonesia

Indonesia

Aura Mistis dari candi Sukuh...!!!

Aura Mistis dari candi Sukuh...!!! | indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Candi Sukuh terletak di lereng barat gunung Lawu pada ketinggian 910 meter diatas permukaan laut, terletak dalam kelurahan Berjo, kecamatan Ngargoyoso kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Candi Sukuh memiliki bentuk unik tidak sebagaimana bentuk candi pada umumnya di pulau Jawa. 

Candi ini mirip piramida yang terpotong ujung lancipnya; juga mirip dengan bangunan yang ada pada suku Maya di Mexico atau Inca di Peru. 

Candi Sukuh adalah candi hindu yang dibangun pada akhir masa Kerajaan Majapahit. Hal ini terungkap lewat candra sengkala yang ada pada satu sisi gapuranya yang berbunyi “gapura abara wong” yang diterjemahkan sebagai “gapura raksasa memangsa manusia” dengan tafsiran angka 1359 saka atau tahun 1437 masehi. 

Membandingkan tahun itu, maka serat Kanda mencatatkan bahwa Majapahit berakhir pada tahun 1400 saka atau 1478 M. di candra sengkala “sirna ilang kertining bumi” (Slamet Mulyana. 2005: 29). 

Candi Sukuh diketahui sebagai candi Hindu beraliran Siwa yang ditandai adanya patung maupun relief berbentuk lingga, personifikasi dewa Siwa. Bila kita amati lebih detail, maka akan kita temui relief di lantai masuk gapura depan candi, yang menggambarkan alat kelamin laki-laki berhadapan dengan kelamin perempuan.

Aura Mistis dari candi Sukuh...!!! | indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Penggambaran patung maupun relief yang demikian “terbuka” ini tidak dapat ditafsirkan sebagai hal yang porno atau jorok. Penggambaran relief dan patung yang bersifat erotis ini menyiratkan tafsir penghormatan terhadap dewa Siwa dengan sang Istri dewi Uma. Penyatuan kedua dewa ini menjadi symbol kesuburan dan kemakmuran hidup masyarakat Hindu aliran Siwa. 

Dalam tradisi Hindu, konon Candi ini diibaratkan sebagai gunung Mandaragiri dengan puncak nya yang dipotong dipakai untuk mengaduk-aduk samudra guna mencari “Tirta Amerta”. Kisah ini sebagaimana diceritakan dalam kitab Adiparwa (kitab pertama Mahabharata). 

Secara tersirat dapat dikatakan bahwa candi ini memiliki arti sebagai tempat untuk melakukan aktivitas penyucian diri, atau dalam budaya Jawa kita kenal sebagai tempat “meruwat” diri. Hal ini dapat kita lihat dari adanya relief-relief dan patung yang ada di seputaran candi induk, yakni pada panel-panel batu andesit kemerahan. Cerita dalam relief yang ada diangkat dari kitab Kidung Sudhamala bab ruwatan. (sudha artinya lewat, mala artinya petaka).

Aura Mistis dari candi Sukuh...!!! | indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Candi Sukuh memiliki relief-relief dan patung-patung yang simbolik. Sebut saja kura-kura, garudea, gajah, celeng, ular naga , raksasa, Keluarga Pandawa dll. Relief-relief dan patung-patung itu semua tentu memiliki fungsi dalam upacara kala itu, juga dapat menggambarkan pedoman dalam mengadakan aktivitas ruwatan pada masa itu. 

Sebagai contoh adalah panel-panel yang menceritakan kisah seorang satria Pandawa yang bernama Sadewa yang diminta untuk melakukan ruwatan kepada dewi Durga di setra Gandamayu. 

Kisah ini bermula dari akibat perbuatan serong dewi Uma dengan sang Hyang Brahma sebagaimana dilaporkan oleh Sang Hyang Tunggal, sang Hyang Wisesa dan Sang Hyang Asiprana. Dari sana lalu dikutuklah dewi Uma yang cantik dan berubah menjadi raksasi Durga bernama Ranini. 

Melihat wajahnya berubah buruk, dewi Uma sedih lalu memohon kepada dewata agung untuk dapat menarik kutukannya. Atas petunjuk dewata agung, diberitahukan bahwa Ranini akan kembali menjadi dewi Uma sebagaimana awalnya apabila diruwat oleh seorang satria bagus dari keluarga Pandawa bernama Sadewa. 

Aura Mistis dari candi Sukuh...!!! | indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com/
Disyaratkan pula bahwa hal itu akan terjadi 12 tahun kemudian. Lalu Ranini minta kepada dewi Kunti untuk menyerahkan Sadewa yang termasuk putra bungsunya. Dewi Kunti menolak. 

Ia tidak mau menyerahkan Sadewa sebab putra bagus bungsu Pandawa itu sejatinya bukan anak kandungnya. 

Ranini tidak kurang akal, diperintahkannya abdi kesayangannya bernama Kalika untuk menyihir dewi Kunti. 

Dikisahkan, dalam keadaan tersihir, akhirnya Sadewa diserahkan juga. Karena perintah “ibunya”, Sadewa hal akhirnya berhasil meruwat dewi Durga alias Ranini. Sampai disini dewi Durga diceritakan memiliki kembali kecantikan dewi Uma sebagaimana asalnya. 

Kisah ruwatan di atas menjadi penting di dalam membicarakan candi Sukuh ini, banyak tafsir sudah ditulis oleh para ahli sejarah namun belum diperoleh kesepakatan atasnya, karena itu candi ini bersama candi Cetho (yang lokasinya berdekatan) masih tetap menyimpan misteri. 

Dalam budaya Jawa bab ruwatan sangat penting, karena hal tersebut dipercaya dapat menghindarkan seseorang dari malapetaka yang bakal menimpanya. Karena itulah masyarakat sekitar candi Sukuh yang mayoritas suku Jawa, percaya bahwa candi Sukuh adalah salah satu tempat suci di lereng barat Gunung Lawu dan disitu juga dipercaya sebagai tempat bersemayam roh-roh leluhur mereka.

Aura Mistis dari candi Sukuh...!!! | indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com | Indonesia | Semua Tentang Indonesia


Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

Poerwalaksana is a freelance web designer and developer with a passion for interaction design, Business Enthusiast, Start Up Enthusiast, Speaker and Writer. Inspired to make things looks better.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment