Indonesia

Indonesia

Kisah Ketok Magic....!!!

Kisah Ketok Magic....!!!
Kata magic disini tidak ada kaitannya dengan sihir tapi lebih pada bentuk keahlian khusus, dimana pengerjaannya tak sekadar rapi, tapi juga waktunya yang cepat. 

Istilah ketok magic sendiri, bermula dari nama yang diberikan oleh para pendiri bengkel, dengan proses kerja yang serba dirahasiakan itu, ke luar daerah asalnya, di Blitar, Jawa Timur. 

Lantaran nama aslinya, kenteng teter tidak mudah dimengerti orang ketika bengkel itu mulai dirintis di Jakarta, sekitar 1980-an, diberilah nama yang cukup menarik perhatian, ketok magic.

Ketok magic sebagai keahlian atau ilmu khusus sendiri, ditemukan oleh lelaki tua, yang biasa dipanggil Mbah Tutur, sekitar tahun 1962. "Dia sehari-harinya bekerja sebagai tukang patri keliling di Surabaya, Jawa Timur," kata salah seorang perintis bengkel ketok magic di Jakarta, Nurhasyim, "Mbah Tutur itu perawakannya kecil, kontet. Sehari-hari jadi tukang patri keliling," katanya.

Suatu ketika, saat umur Mbah Tutur lebih 90 tahun, ada pelanggannya yang mobilnya rusak parah karena ditabrak truk. Mbah Tutur diminta untuk memperbaikinya."Cara perbaikan mobil yang dilakukannya sangat unik. Mbah Tutur minta ditinggal sendiri dalam garasi yang tertutup. Mobil itu juga ditutupi dengan terpal. Tidak butuh waktu lama, hingga mobil itu selesai diperbaiki, dengan hasil yang memuaskan," kata Nurhasyim. Namun Nurhasyim tidak menyebut secara pasti, berapa hari waktu pengerjaannya.

Keahlian Mbah Tutur tersiar ke mana-mana sehingga dia punya banyak pelanggan, apalagi kerjanya yang rapi. "Hampir tidak ada bekas- bekas di bodi mobil yang sebelumnya rusak. Pengerjaannya juga sangat cepat," katanya. Keahlian Mbah Tutur sendiri, berangsur mulai dikenal banyak orang. Hingga akhirnya banyak yang mencari dia.

Bukan hanya untuk memperbaiki bodi kendaraannya, tapi mempelajari keahlian itu. "Dia juga tidak pelit, ilmunya dia bagikan pada orang lain," ucap Nurhasyim. Tapi dia membatasi. "Tak semua orang bisa mempelajarinya, khusus bagi orang Blitar saja. Hal itu, terutama dengan niat demi kesejahteraan orang dari kampungnya, agar memiliki keahlian khusus sebagai sumber mata pencaharian. Maka hingga kini, bisa dikatakan tidak ada bengkel ketok magic yang pemiliknya bukan orang Blitar," katanya.







Share on Google Plus

About Poerwalaksana M.Djayasasmita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment